|
Corak Batik Pamekasan Akan Dipatenkan
Pamekasan - Tidak ingin hasil kerajinan
daerah dipatenkan oleh pihak asing, batik khas Pamekasan, Madura,
akan dipatenkan. Pematenan hasil karya batik ini bakal dilakukan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan.
Rencana pematenan batik Pamekasan ini
sendiri disambut gembira ratusan pengrajin batik di Desa Klampar dan
Desa Toket, Kecamatan Propo.
Ahmadi, salah seorang pengrajin batik
asal Desa Klampar mengatakan, pematenan corak batik Pamekasan akan
memberikan kenyamanan bagi pembatik. Sebab, sejumlah corak batik
Pamekasan, banyak ditiru pembatik daerah lain di Jawa.
"Jika dilindungi hak paten atau
hak cipta, maka pembatik Pamekasan bisa melayangkan keberatan pada
produsen batik luar Madura yang kedapatan meniru corak batik Madura,"
tegas Ahmadi, saat dihubungi di rumahnya di Desa Klampar, Minggu
(14/9/2008)
Selain sebagai pengrajin batik, Ahmadi
dikenal sebagai bapak angkat dari 25 orang pengrajin batik di Desa
Klampar. Sebagai bapak angkat, Ahmadi memberikan modal dan membantu
pemasaran batik buah karya pembatik yang jadi mitranya.
Permintaan kain batik sendiri menjelang
lebaran meningkat pesat. Hingga pertengahan puasa ini, Ahmadi mengaku
telah mengirimkan masing-masing sepuluh kodi ke pembeli di Surabaya
dan Jakarta.
"Pagi tadi, saya mendapat pesanan
sepuluh kodi dari pembeli di Jogjakarta," ungkapnya. Pada hari
normal, permintaan kain batik tak lebih dari 5 kodi setiap bulan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Pamekasan Bahrun, menyatakan hak cipta atas corak
batik khas Pamekasan, Madura akan dilakukan setelah lebaran nanti.
Bahrun berjanji, akan membawa sejumlah
corak batik khas Pamekasan ke kantor Direktorat Hak Cipta Departemen
Hukum dan HAM di Jakarta. "Semoga saja pengajuan hak cipta corak
batik khas Pamekasan, akan berjalan lancar dan sukses," kata
Bahrun setengah berharap.
Dinas Perindustrian Pamekasan mencatat
terdapat 105 orang pengrajin batik. Mereka tersebar di Desa Klampar
dan Desa Toket kecamatan Propo. Pemasaran kain batik Pamekasan,
tersebar ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Seperti di Jakarta,
Bandung, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya.
Bahkan, kain batik karya pengrajin
Pamekasan ini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
http://surabaya.detik.com/read/2008/09/14/150152/1005894/475/corak-batik-pamekasan-akan-dipatenkan
2010-02-17
|
 |
| ARTICLE |
 | Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]
GUCCI dan Christian Dior berniat untuk
menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri
tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini
mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun
langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia
ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang
menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk
domestik juga ikut dikenal secara global.
|  | Alami yang Disuka [2010-03-11]
Batik Madura mulai dilihat sebagai
potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam,
di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik
(UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab
banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT
Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin.
Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu
semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di
UPT tadi.
|  | Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]
Kain tenun dan hasil tekstil lainnya
adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis
di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun,
baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan
menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu
bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum
dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang
rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya
menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia
mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam
dan bernilai budaya tinggi.
|  | Negeri Sejuta Motif Batik [2010-02-23]
Ada sesuatu yang sangat fenomenal dalam
sejarah Pekalongan empat tahun terakhir ini, yakni berdirinya Museum
Batik. Keberadaannya mampu menjadikan titik tolak kebangkitan Kota
Pekalongan. Karena keberadaan Museum tidak hanya sekedar untuk
menyimpan berbagai benda-benda bersejarah saja. Namun dari museum
mampu dirunut sebuah perjalanan kehidupan serta budaya masa lalu.
Dari sini kita bisa melihat sekaligus belajar mengerti tentang tapak
sejarah batik tidak hanya skala lokal setetapi batik secara nasional.
|  | Batik Mega Mendung [2010-02-23]
ampir di seluruh wilayah Jawa memiliki
kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang
lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan
seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota
lainnya.
| | [View All]
|
|
| LINKS |
|
|
| RANDOM GALLERY |

STATIONERY DS-07
|
|