Untuk
membantu Anda memahami cara pria menunjukkan kepeduliannya pada Anda, coba
lihat hadiah-hadiah yang sering diberikan pria, dan apa yang menjadi dasar
pertimbangannya.
Bunga atau cokelat
Hadiah bunga atau cokelat sebenarnya terbilang standar, namun kedua benda ini
memang mewakili segala suasana. Dari ucapan ulang tahun, menyampaikan terima
kasih, rasa sayang, permohonan maaf, dan lain sebagainya. Pria menganggap
hadiah ini juga pasti akan disukai wanita. Wangi bunga mengaktifkan bagian
emosional dari otak yang membuat Anda memikirkan hal-hal yang menyenangkan
tentang orang yang memberikannya pada Anda, demikian menurut Daniel Amen, MD,
psikiater dan penulis Making a Good Brain Great: The Amen Clinic Program for
Achieving and Sustaining Optimal Mental Performance. Sedangkan cokelat
mengandung phenylethylamines dan bahan kimia lain yang menstimulasi pusat
kesenangan dalam otak. Pendek kata, bunga dan cokelat adalah hadiah yang tak
pernah gagal!
Pakaian, tas, atau sepatu
Sebuah survei mengenai kebiasaan belanja pria saat Natal menunjukkan bahwa
mayoritas pria ingin membelikan pasangannya pakaian. Keinginan ini sungguh
berisiko, mengingat pria sebenarnya tak mampu memahami bagaimana selera pasangannya
sampai ke detail-detailnya. Namun hal ini sebenarnya berangkat dari motivasi
yang sederhana. Mereka ingin, dengan memakai pakaian tersebut pasangannya akan
selalu mengingat siapa yang menghadiahkannya. Ia akan sangat senang bila
berhasil membelikan Anda tas desainer terkenal yang sudah lama Anda impikan,
dan makin bahagia melihat bagaimana raut wajah Anda saat menerimanya.
Perhiasan
Diamond is a girl’s best friend! Sebagai hadiah, berlian memberi banyak makna.
Berlian adalah untuk selamanya, sahabat terbaik, dan tentu saja, terlihat
cantik di tangan kita. Mengingat mahalnya hadiah seperti ini, dan nilai
sentimental yang disampaikan, ada kemungkinan hadiah perhiasan juga menunjukkan
bahwa si dia berniat serius. Apalagi bila perhiasan tersebut dalam bentuk
cincin.
Lingerie
Tentu, suami memberikan hadiah semacam ini karena tahu bahwa Anda tampak begitu
seksi memakainya. Hadiah berupa lingerie merupakan tanda keintiman yang manis,
yang menunjukkan bahwa pria ini sudah begitu mengenal Anda sehingga tahu akan
seperti apa reaksi Anda. Namun hadiah ini sangat rentan mengundang masalah,
lagi-lagi, suami pun bisa saja salah menilai selera Anda.
Sesuatu yang dibuatnya sendiri
Pria yang menghadiahkan benda semacam ini sedang menunjukkan sisi dirinya yang
belum pernah dilihat orang lain. Ia ingin menunjukkan sesuatu yang sangat
personal, yang hanya akan Anda miliki. Sesuatu yang dibuat sendiri itu bisa
saja DVD berisi kompilasi video musik favorit Anda, CD berisi lagu-lagu
kesukaan Anda, atau lukisan Anda berdua.
Hadiah yang bisa dipakai berdua
Sepintas ia terkesan ogah rugi, karena berharap bisa ikut menggunakan hadiah
yang diberikan kepada pasangannya. Namun motivasinya sebenarnya adalah untuk
menguatkan ikatan di antara Anda. Benda yang dimaksud misalnya kamera, frame
foto keren yang bisa memuat banyak foto, atau sofa yang terlihat nyaman untuk
dipakai duduk sambil membaca. Hadiah seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa
si dia sangat peduli pada Anda, begitu pendapat Ava Cadell, PhD, penulis 12
Steps to Everlasting Love. Wanita pasti suka menyimpan foto-foto, dan frame
foto dapat memuat foto-foto mesra Anda dan pasangan.
Liburan
Liburan singkat di akhir minggu ke Bali atau Singapura (tentu dengan bonus
shopping-nya) pasti cukup membuat wanita berbinar-binar. Hadiah semacam ini
sangat tidak mungkin gagal; pesannya pun cukup jelas. “Liburan bisa memberikan
banyak kenangan, berbagi pengalaman indah (bersama pasangan),” ujar Dr Amen.
Jika Anda belum menikah, liburan bersama juga merupakan jalan untuk menempuh
ikatan yang lebih dalam. Pada pasangan yang sudah menikah, liburan juga menjadi
cara untuk menghabiskan waktu berdua, bebas dari anak-anak dan pekerjaan.
sumber
www.forumbebas.com/thread-82377.html
mulai niat yang baik, berusaha keras, dan bersikap ikhlas atas
ridho-Nya...
2010-10-05 | | |
Hadiah selalu memberi kesan
perdamaian, rasa cinta dan penghargaan dari si pemberi kepada yang diberi.
Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan agar
memberi dan menerima hadiah. Beliau menjelaskan pengaruh hadiah di dalam meraih
kecintaan dan kasih sayang di antara sesama manusia,
“Saling memberi
hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Bukhari, al-Adab al-Mufrid)
Beliau juga bersabda, “Penuhilah
undangan orang yang mengundang, janganlah menolak hadiah…” (HR.Ahmad dan
al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrid)
Mengenai hadits ini, Ibn Hibbân
mengomentari, “Dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
mengecam tindakan menolak hadiah di kalangan sesama muslim. Bila seseorang
diberi sebuah hadiah, wajib baginya untuk menerimanya dan tidak menolaknya.
Saya menganjurkan orang-orang untuk saling mengirim hadiah kepada sesama
saudara. Sebab hadiah dapat melahirkan kecintaan dan menghilangkan rasa
dendam.”
Antara Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam dan Hadiah
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
menerima hadiah dan tidak menerima sedekah. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, ia berkata, “Bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
disuguhi makanan, ia selalu bertanya; Apakah ia hadiah atau sedekah.? Jika
dijawab, ‘Sedekah’ maka ia berkata kepada para shahabatnya, ‘Makanlah oleh
kalian’ sementara ia tidak ikut memakannya. Sedangkan bila dijawab,
‘hadiah’ maka beliau mencuci tangannya lalu memakannya bersama mereka.’”
(Muttafaqun ‘alaih)
Hadits lainnya berasal dari ‘Aisyah radhiyallahu
‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima
hadiah dan mendoakan pahala bagi (pemberi)-nya.” (HR. al-Bukhari)
Salah satu jenis hadiah yang tidak
pernah ditolak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah wewangian. Hal
ini sebagaimana hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam tidak pernah menolak wewangian.” (HR. al-Bukhari) Beliau shallallahu
‘alaihi wasallam juga bersabda, “Siapa saja yang dihadiahi ‘Raihan’,
maka janganlah menolaknya sebab ia ringan dibawa namun sedap baunya.” (HR.Muslim)
Memberi Hadiah Jangan Diukur Nilai
Materinya
Anjuran Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam agar saling memberi hadiah walaupun sedikit tidak ditinjau
dari sisi nilai materinya tetapi lebih kepada nilai maknawinya sebagaimana yang
telah disinggung di atas. Hal ini dapat terlihat dari sabda Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam melalui hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
bahwa beliau bersabda,
“Wahai para wanita
kaum muslimin, janganlah ada seorang tetangga meremehkan pemberian tetangganya
yang lain sekali ia (pemberian tersebut) berupa ujung kuku (teracak) unta.” (HR.al-Bukhari). Padahal, apalah artinya kuku
yang tentunya hanya menyisakan sedikit daging.
Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam memberikan permisalan menarik yang menunjukkan perlunya
sikap tawadlu’ (rendah hati) dalam menerima hadiah apa pun,
“Andaikata aku
diundang untuk menyantap makanan (yang berupa) bagian hasta atau bagian di
bawah tumit, niscaya aku penuhi undangan itu, dan andaikata aku dihadiahi hal
yang sama juga niscaya aku menerimanya.” (HR. al-Bukhari)
Bila kita renungkan lebih mendalam,
apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih membutuhkan makanan
dari orang lain? Jawabannya sudah pasti, tidak. Sebab sebagaimana yang kita
ketahui bahwa beliau diberi makan dan minum oleh Rabbnya akan tetapi hal itu
merupakan pelajaran praktis agar bersikap tawadlu’ dan rendah hati terhadap
kaum muslimin apa pun kedudukan mereka.
Kehidupan para ulama Salaf juga
sarat dengan hal itu di mana mereka saling memberi hadiah, sekecil apa pun
bentuknya, terkadang ada yang hanya berupa kurma yang belum matang, ada yang
berupa setangkai bunga mawar, ada yang hanya berupa garam yang ditumbuk dan
tetumbuhan yang wangi aromanya.
Saling Memberi Hadiah antara
Suami-Istri
Hadiah adalah sesuatu yang
mengagumkan, apalagi bila terjadi di antara suami-isteri. Ia dapat menambah
rasa kecintaan dan kedekatan hati antara keduanya, memperbarui ruh kehidupan
rumah tangga dan menghilangkan perselisihan yang sebelumnya bisa saja akan
bertambah meruncing bila kedua pasangan tidak menyadari apa yang dapat
menghilangkannya.
Seorang istri lebih mudah tersentuh
oleh hadiah yang diberikan suaminya ketimbang terhadap hadiah orang lain,
demikian pula dengan sang suami. Bahkan bila ingin, isteri boleh memberikan
sebagian maharnya kepada sang suami asalkan secara sukarela. Allah subhanahu
wata’alaberfirman,
“Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu
dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan)
yang sedap lagi baik akibatnya.” (an-Nisâ`:4)
Beberapa Hal Penting yang Perlu
Diperhatikan
1. Tidak boleh mengambil kembali
hadiah yang telah diberikan kepada orang lain sebab hal itu sebagaimana makna
sebuah hadits sama seperti anjing yang menelan lagi makanan yang telah
dimuntahkannya. (Muttafaqun ‘alaih).
Akan tetapi, boleh mengambil kembali
hadiah yang telah diberikan karena alasan yang sesuai syari’at seperti curiga
bahwa ia berasal dari hasil suap. Contohnya, ash-Sha’b bin Jatstsamah radhiyallahu
‘anhu pernah memberi hadiah seekor keledai liar kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam ,namun beliau menolak nya karena ia sedang berpakaian
ihram. Demikian pula, bila seorang pegawai yang sudah memiliki gaji diberi
hadiah, maka ia tidak boleh menerimanya dan ini seperti kasus Ibn al-Lutbiyyah
di mana Rasulullah mengecamnya. (Muttafaqun ‘alaih)
2. Hendaknya yang lebih diutamakan
di dalam memberi hadiah adalah keluarga terdekat; kaum kerabat seperti paman
pihak ibu dan ayah dan orang semisal mereka. Demikian juga boleh mendahulukan
orang yang di hati seseorang mendapat tempat yang dekat. Imam al-Bukhari
mencantumkan bab tentang siapa yang lebih dahulu harus diberi hadiah, lalu
beliau mengetengahkan dua hadits; yang pertama, beliau menyarankan kepada sang
penanya agar diberikan kepada paman dari garis ibunya dan yang ke dua ketika
ditanyai kepada beliau mana di antara dua tetangga yang didahulukan dalam
memberi hadiah, beliau menjawab, “Yang paling dekat pintunya darimu.”
2010-09-24 | | |
"Kalau mau, ya bisa, misalnya
Gucci by Indonesia. Dengan cara itu market kita jadi internasional.
Mutu juga jadi internasional. Tinggal bagaimana mengaturnya,"
kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di acara pameran tenun
tradisional di Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), di
Jakarta, beberapa waktu lalu. Sebagai langkah awal, Hidayat
menyatakan pihaknya akan menemui Direktur Utama Bank Negara Indonesia
(BNI) Gatot Suwondo yang akan menjadi mitra dalam kerja sama ini. BNI
berperan sebagai marketing dan perantara pembiayaan.
Dengan kerja sama tersebut, Hidayat
berharap dapat mengangkat kembali sektor industri tenun tradisional.
Tahun lalu, volume produksi tenun nasional mengalami penurunan hingga
40%. Jika dibiarkan, kondisi sektor industri tenun tradisional akan
memburuk.
Turunnya produksi tersebut, kata
Hidayat, disebabkan kurangnya minat para perajin untuk terus
melanjutkan produksi tenun tradisional mengingat proses produksinya
memakan waktu lama. "Proses produksi satu helai kain tenun dapat
memakan waktu hingga tiga bulan, bahkan lebih," ujarnya. Dirjen
Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Fauzi Aziz mengatakan,
turunnya volume produksi tenun nasional lebih karena masalah
persaingan dan turunnya daya beli masyarakat internasional di daerah
tujuan ekspor.
Turunnya volume produksi tersebut,
lanjutnya, dapat disiasati dengan berkreasi dalam diferensiasi
produk. Namun, hal itu juga menyebabkan banyaknya tenaga kerja yang
dirumahkan sementara. Selain itu, perlu adanya kolaborasi untuk
menembus pasar. "Perlu ada upaya lebih, misalnya
dengan sentuhan perancang, tenun bisa
menembus pasar, baik domestik maupun luar negeri," katanya.
Tumbuh 20%
Ketua Pengurus Asosiasi Pengusaha dan
Perajin Tenun Indonesia Tuty Cholid mengatakan, dari sekitar 4 juta
perajin tenun skala menengah besar, volume produksi tenun sutra per
tahun mencapai 15 juta meter.
Untuk tenun karun mampu diproduksi enam
kali lipatnya atau sekitar 90 juta meter per tahun. Dari jumlah
tersebut, hanya tenun sutra yang diekspor dan jumlahnya kurang dari
100 meter per bulan.
Hingga saat ini, pasar tenun katun
masih terbatas di dalam negeri. Pada 2010, Tuty menargetkan
pertumbuhan volume produksi naik 20% dari tahun lalu. "Ekspor
sutra 100 meter per bulan di 2009. Tahun 2008 sekitar 80 ribu meter
per bulan. Tujuan ekspor kita Jepang dan Eropa. Pasar Iwndnwde ada di
sana."
Untuk menjaga sektor ini dari
kepunahan, lanjut Tuty, perlu adanya pembinaan dan bantuan
pembiayaan. "Pembinaan perlu agar perajin tahu ke arah mana.
Apakah untuk specific interior, hoiiseiiold atau fashion. Jadi lebih
tematik dan fokus," katanya.
http://bataviase.co.id/node/161359
2010-04-11 | | |
Menurut Wati, Batik Madura mulai tampak
digemari mulai sekitar tahun 1985-an. Pemerintah kabupaten setempat
pun memberikan perhatian. Ini sudah diterapkan sejak tahun 1981,
salah satunya dengan UPT tadi. Namun kenyataan para perajin setempat
mempunyai kultur berbeda. Harapan semula UPT ini bisa menjadi wadah
komunikasi sekaligus koordinasi, mungkin kelak bisa menjadi semacam
asosiasi. Namun langkah ke arah tersebut tidak pas bagi para perajin.
Para perajin setempat lebih suka
menjual batik karyanya secara langsung sendiri-sendiri. Atau mereka
(perajin sebagai plasma) menyerahkan kepada pengusaha (sebagai inti),
dan pengusaha ini yang kemudian akan menjual melalui jalur pemasaran
yang dimilikinya.
Sehingga jalan yang dianggap paling
cocok adalah dengan menjadikan UPT sekedar sebagai wadah hasil karya
mereka saja. Sebab itu pula UPT ini sempat stag, dan kabarnya tahun
ini akan kembali diaktifkan. Bentuk lain perhatian pemerintah dan
beberapa lembaga lain seperti mengadakan serangkaian pelatihan,
melakukan studi banding, sampai dengan membuka kesempatan untuk
mengikuti beberapa pameran.
Orang-orang asing, seperti dari Jepang
dan Belanda, lebih menyukai Batik Madura yang orisinil. Bahkan mereka
sangat tahu, mana batik yang menggunakan pewarna alami (soga alam),
dan mana batik yang menggunakan naftol atau pewarna kimia.
Beberapa tamu asing yang datang ke
sana, bahkan membawa alat (semacam keker) untuk mengamati serat kain
batik tersebut. Mereka juga sangat cermat memperhatikan setiap detil
pada kain tersebut. Mereka akan menolak batik yang ditemukan terdapat
noda bekas tetesan. Dianggapnya, sang pembatik kurang teliti, kurang
rapi, dan kurang menjiwai dalam pengerjaannya.
Harga produk batik dari yang termurah
Rp 25 ribu, berupa taplak meja. Sedangkan yang paling mahal, seperti
kain batik untuk busana wanita, bisa mencapai dua juta rupiah. Namun
demikian, menurut Wati, juga ada batik yang harganya di kisaran Rp
100 ribu hingga Rp 500 ribu.
http://pusakanesia.blogspot.com/2007/07/batik-madura.html
2010-03-11 | | |
Maka selain sebagai identitas budaya,
hasil-hasil tenunan dan tekstil lainnya memainkan peranan penting
dalam kehidupan sosial - ekonomi masyarakatnya. Dibeberapa daerah di
tanah air, seperti kain batik telah menjadi industri yang bukan hanya
mendatangkan pendapatan bagi sekelompok orang, tetapi menjadi sumber
pendapatan daerah dan mungkin saja negara. Karena bagaimanapun kain
tenun dan hasil tekstil lainnya masih dipergunakan untuk upacara –
upacara khusus adat – istiadat dan ritual lainnya, bahkan
penggunaannya masih berlangsung dalam keseharian masyarakat. Dalam
perkembangannya, secara inovasi, kain tenun telah mengalami evolusi
dalam teknik maupun coraknya. Namun dari bahan, motif serta pola
tersebut kita pun bisa menangkap pengaruh-pengaruh jamannya. Bahkan
dalam penerapannya kain-kain tenun bisa menjadi materi yang menarik
dijadikan gubahan yang dikreasikan pada pakaian oleh para disainer
fesyen kontemporer maupun untuk kain pelapis atau Upholstery. Ini
juga menunjukan bahwa seni tradisi tidaklah mandek, bahkan sebaliknya
menunjukan kreativitasnya.
Pameran “Merajut Waktu Menjalin
Makna” merupakan suatu tinjauan bagaimana hasil tenun Nusantara
terus berkembang sesuai dengan perubahan-perubahan sosial, budaya dan
ekonomi masyarakatnya. Oleh karenanya, mengamati pola-pola, motif dan
warna serta penerapannya menjadi sangat penting. Karena sebagai
praktik budaya, elemen-elemen didalam kain tenun mempunyai makna
simbolik yang terkait dengan faktor eksternal seperti sosial,politik
dan kebudayaan. Hal ini bisa dicermati dari tingkat kehalusan teknik
tenun, materi atau bahan hingga penerapan motifnya.
Pengaruh kontak budaya melalui jalur –
jalur perdagangan dari peradaban lampau, hingga kemudian dengan
rentang masa era kolonial, telah menghasilkan beragam olahan artistik
dalam kehidupan seni tradisi khususnya kain tenun. Pengaruh ini
samasekali tidak melemahkan keberadaan seni tenun sebagai sebuah
bentuk seni tradisi dalam konteks kehidupan sakral , tapi justru
memperkaya nilai-nilai estetikanya. Bahkan lebih jauh bila ditelusuri
dan pencermatan melalui motif-motifnya, niscaya kita bisa membaca
tanda-tanda budaya atau narasi. Oleh karena itu seni kriya ,
khususnya seni tenun mempunyai dimensi nilai simbolik. Seperti yang
dikatakan seorang pemerhati kain tenun songket Minang berkebangsaan
Swiss, Bernhard Bart, yang mengemukakan bahwa keunikan motif lama
songket Minangkabau adalah setiap motif mengandung makna filosofis.
(Kompas, 17 February 2006)
Bersama-sama Tria Basuki dan Yayasan
Cita Tenun Indonesia (CTI), yang mengembangkan secara khusus kain
tenun nusantara, menyeleksi karya-karya tenun pengembangan tradisi
dengan keberagaman teknik dasar serta corak artistik. Puluhan ragam
hasil tenun dari berbagai wilayah ditampilkan di NAS, mulai dengan
pola yang delicate ; rumit serta halus dengan pola stilasi bentuk dan
geomteris yang berlapis seperti dari Aceh, Minangkabau dan Palembang,
hingga yang tampak lebih bebas dengan pola sederhana maupun
figuratif, namun dinamis seperti dari Bali, Nusa Tenggara atau warna
cerah dari Makassar, serta Badui yang lebih minimalis serta
didominasi warna yang gelap. Sehingga keluasan wilayah ini memberikan
kita gambaran bagaimana praktik tenun merepresentasikan juga estetik
sebuah masyarakat yang majemuk. Adapula karya-karya perancang mode
ternama maupun benda-benda keseharian yang menggunakan tenun maupun
dilapisi kain tenun sebagai suatu alternatif yang secara kreatif bisa
dikembangkan lebih lanjut.
http://pasarseniancol.blogspot.com/2009/07/pameran-tenun-kontemporer-merajut-waktu.html
2010-03-11 | |
Total 120 Articles
|
|
 |
| ARTICLE |
 | Arti Hadiah Pemberian Pria [2010-10-05]
Seringkali wanita
bertanya-tanya setelah diberi hadiah oleh pasangannya. Padahal, hadiah yang
diberikan oleh pria sebenarnya berdasarkan pertimbangan yang sangat simpel.
Oleh karena itu mereka kerap menjadi bingung, apa yang salah dengan hadiah yang
diberikannya?
|  | Arti Sebuah Hadiah [2010-09-24]
Hadiah dapat melakukan
apa yang tidak dapat dilakukan ucapan dan permintaan ma’af. Ia mampu
menghilangkan kabut hati, memadam kan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan
melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Ia dapat mendatangkan kecintaan dan
persahabatan setelah sekian lama tercerai-berai.
|  | Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]
GUCCI dan Christian Dior berniat untuk
menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri
tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini
mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun
langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia
ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang
menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk
domestik juga ikut dikenal secara global.
|  | Alami yang Disuka [2010-03-11]
Batik Madura mulai dilihat sebagai
potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam,
di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik
(UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab
banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT
Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin.
Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu
semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di
UPT tadi.
|  | Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]
Kain tenun dan hasil tekstil lainnya
adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis
di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun,
baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan
menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu
bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum
dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang
rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya
menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia
mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam
dan bernilai budaya tinggi.
| | [View All]
|
|
| LINKS |
|
|
| RANDOM GALLERY |

|
|