We would be happy to provide custom-made design to meet your corporate gift needs. Please contact our corporate gift advisor.



Beberapa pengrajin batik menghendaki untuk pembayaran di muka agar produksinya bisa lancar dan pembeli akan segera menerima pesanan yang diminta, hal ini mengingatkan pada masa tahun 70-an dimana pada waktu itu batik juga mengalami permintaan yang cukup lumayan jumlahnya.

Perbedaan batik tulis dan batik cap bisa dilihat dari beberapa hal sbb:

Batik Tulis

  1. Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.
  2. Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.
  3. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.
  4. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan).
  5. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.
  6. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya.
  7. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah berkisar Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-/pcs.
  8. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik.
Batik Cap
  1. Dikerjakan dengan menggunakan cap (alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki). Untuk pembuatan satu gagang cap batik dengan dimensi panjang dan lebar : 20 cm X 20 cm dibutuhkan waktu rata-rata 2 minggu.
  2. Bentuk gambar/desain pada batik cap selalu ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama, dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis.
  3. Gambar batik cap biasanya tidak tembus pada kedua sisi kain.
  4. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan batik cap tidak melakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses batik tulis. Korelasinya yaitu dengan mengejar harga jual yang lebih murah dan waktu produksi yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk sehelai kain batik cap berkisar 1 hingga 3 minggu.
  5. Untuk membuat batik cap yang beragam motif, maka diperlukan banyak cap. Sementara harga cap batik relatif lebih mahal dari canting. Untuk harga cap batik pada kondisi sekarang dengan ukuran 20 cm X 20 cm berkisar Rp. 350.000,- hingga Rp. 700.000,-/motif. Sehingga dari sisi modal awal batik cap relatif lebih mahal.
  6. Jangka waktu pemakaian cap batik dalam kondisi yang baik bisa mencapai 5 tahun hingga 10 tahun, dengan catatan tidak rusak. Pengulangan cap batik tembaga untuk pemakainnya hampir tidak terbatas.
  7. Harga jual batik cap relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis, dikarenakan biasanya jumlahnya banyak dan miliki kesamaan satu dan lainnya tidak unik, tidak istimewa dan kurang eksklusif.

Disamping adanya perbedaan dari sisi visual antara batik tulis dan batik cap, namun dari sisi produksi ada beberapa kesamaan yang harus dilalui dalam pengerjaan keduanya. Diantaranya adalah sbb:

  • Keduanya sama-sama bisa dikatakan kain batik, dikarenakan dikerjakan dengan menggunakan bahan lilin sebagai media perintang warna.
  • Dikerjakan hampir oleh tangan manusia untuk membuat gambar dan proses pengerjaan buka tutup warnanya.
  • Bahan yang digunakannya juga sama berupa bahan dasar kain yang berwarna putih, dan tidak harus dibedakan jenis bahan dasar benangnya (katun atau sutra) atau bentuk tenunannya.
  • Penggunaan bahan-bahan pewarna serta memproses warnanya sama, tidak ada perbedaan anatara batik tulis dan batik cap.
  • Cara menentukan lay-out atau patron dan juga bentuk-bentuk motif boleh sama diantara keduanya. Sehingga ketika keduanya dijahit untuk dibuat busana tidak ada perbedaan bagi perancang busana atau penjahitnya. Yang membedakan hanya kualitas gambarnya saja.
  • Cara merawat kain batik (menyimpan, menyuci dan menggunakannya) sama sekali tidak ada perbedaan.
  • Untuk membuat keduanya diperlukan gambar awal atau sket dasar untuk memudahkan dan mengetahui bentuk motif yang akan terjadi.

Disamping adanya perbedaan dari sisi visual antara batik tulis dan batik cap, namun dari sisi produksi ada beberapa kesamaan yang harus dilalui dalam pengerjaan keduanya. Diantaranya adalah sbb:

  • Keduanya sama-sama bisa dikatakan kain batik, dikarenakan dikerjakan dengan menggunakan bahan lilin sebagai media perintang warna.
  • Dikerjakan hampir oleh tangan manusia untuk membuat gambar dan proses pengerjaan buka tutup warnanya.
  • Bahan yang digunakannya juga sama berupa bahan dasar kain yang berwarna putih, dan tidak harus dibedakan jenis bahan dasar benangnya (katun atau sutra) atau bentuk tenunannya.
  • Penggunaan bahan-bahan pewarna serta memproses warnanya sama, tidak ada perbedaan anatara batik tulis dan batik cap.
  • Cara menentukan lay-out atau patron dan juga bentuk-bentuk motif boleh sama diantara keduanya. Sehingga ketika keduanya dijahit untuk dibuat busana tidak ada perbedaan bagi perancang busana atau penjahitnya. Yang membedakan hanya kualitas gambarnya saja.
  • Cara merawat kain batik (menyimpan, menyuci dan menggunakannya) sama sekali tidak ada perbedaan.
  • Untuk membuat keduanya diperlukan gambar awal atau sket dasar untuk memudahkan dan mengetahui bentuk motif yang akan terjadi.

Disamping adanya perbedaan dari sisi visual antara batik tulis dan batik cap, namun dari sisi produksi ada beberapa kesamaan yang harus dilalui dalam pengerjaan keduanya. Diantaranya adalah sbb:

  • Keduanya sama-sama bisa dikatakan kain batik, dikarenakan dikerjakan dengan menggunakan bahan lilin sebagai media perintang warna.
  • Dikerjakan hampir oleh tangan manusia untuk membuat gambar dan proses pengerjaan buka tutup warnanya.
  • Bahan yang digunakannya juga sama berupa bahan dasar kain yang berwarna putih, dan tidak harus dibedakan jenis bahan dasar benangnya (katun atau sutra) atau bentuk tenunannya.
  • Penggunaan bahan-bahan pewarna serta memproses warnanya sama, tidak ada perbedaan anatara batik tulis dan batik cap.
  • Cara menentukan lay-out atau patron dan juga bentuk-bentuk motif boleh sama diantara keduanya. Sehingga ketika keduanya dijahit untuk dibuat busana tidak ada perbedaan bagi perancang busana atau penjahitnya. Yang membedakan hanya kualitas gambarnya saja.
  • Cara merawat kain batik (menyimpan, menyuci dan menggunakannya) sama sekali tidak ada perbedaan.
  • Untuk membuat keduanya diperlukan gambar awal atau sket dasar untuk memudahkan dan mengetahui bentuk motif yang akan terjadi.

Berikut ini contoh lain dari batik tulis dan cap:

Semoga bagi konsumen pecinta batik tidak akan merasa tertipu lagi dan bisa mengenal lebih jauh perbedaan antara batik tulis dan batik cap. Selamat berbelanja dan bravo batik Indonesia.

http://netsains.com/2008/07/perbedaan-batik-tulis-dan-batik-cap/



2009-12-15


It doesn't matter where your friends and loved ones live, our Gifts Guide is broken up into states so you can easily browse to find an experience that's near them. And if you can't find an experience in their area, send them a Gift Box. They're available across Australia and delivery is fast and reliable. You can choose from gourmet, kids', pamper Gift Boxes and more, so you'll find something to suit everyone. Just make sure you check out our Christmas Delivery Schedule to make sure your chosen gift will arrive on time.

If you are buying someone an experience, it's just a matter of deciding what to get! Prices start from as little as 50 for a massage, or those who want to spend more might consider the Tasmanian scenic flight and cruise for 600. The experiences are also broken up into easy For Him, For Her and For Them categories. They contain a short list of products, which means we've done half the work already and narrowed down the selection for you.

http://www.redballoondays.com.au/gifts/christmas/1?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=20091102&utm_content=forhim&affiliate_id=922
2009-12-14


Acara ini terselenggara atas kerjasama Konsulat Jenderal RI di Chicago dengan Kedutaan Besar RI di Washington DC dan keluarga Maya Soetoro Ng, adik Presiden AS, Barrack Obama, serta merupakan awal dari rangkaian tour pameran batik koleksi Ibu Ann Dunham ke beberapa negara bagian di AS, antara lain Chicago, Los Angeles, San Fransisco, Houston, New York dan Washington DC sepanjang bulan Mei hingga Agustus 2009.

 

Resepsi Pembukaan pameran dilaksanakan di Grand Ball Room, Hotel Drake pada tanggal 16 Mei 2009 dibarengi dengan pembukaan kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Chicago. Acara resepsi pembukaan tersebut dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan yang terdiri dari pejabat pemerintahan Illinois, kalangan diplomatik, akademisi, pengusaha, seniman, dan media. Acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan oleh Darayu Wilson, seorang pelajar dan penari berdarah Indonesia-Amerika yang berasal dari Kansas City dan lagu kebangsaan Amerika ““the Star Spangled Banner” yang dibawakan oleh Shara Vanesha Malinton, mahasiswi Indonesia di Chicago. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu, Acting Konjen RI Chicago, Kepala Chicago Consular Corps, Konsul Jenderal Patricia Maza Pittsford, dan Sekretaris Negara Bagian Illinois, Jesse White.

 

Pembukaan pameran batik ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Mendag Mari Elka Pangestu dan kunjungan ke ruang pameran. Para undangan menunjukkan kekagumannya terhadap batik-batik tradisional koleksi Ibu Ann Dunham yang ditata apik berupa kain sarung, selendang dan kain gendong buatan Yogyakarta, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, dan Madura dengan berbagai motif parang, kawung, dan sebagainya. Di ruang pameran ditampilkan demonstrasi cara tradisional membuat batik oleh Ibu Rukiah, salah seorang sesepuh masyarakat Indonesia di Chicago.

 

Resepsi Pembukaan dimeriahkan dengan atraksi seni budaya Indonesia berupa musik tradisional gamelan Bali dan tari-tarian yang dibawakan oleh Indonesian Performing Arts of Chicago (IPAC), yaitu tari Puspanjali (Bali), tari Kijang (Jawa Tengah), tari Cendrawasih (Bali), dan gamelan anak-anak IPAC. Di tengah acara ditampilkan peragaan pakaian koleksi perancang ternama Amerika, Nadya, yang

rancangan-rancangannya terinspirasi dari keindahan batik dan tenun ikat hand made dan diproduksi di salah satu studionya Puri Naga di Bali. Koleksi pakaiannya yang unik ini diperagakan oleh kelompok Swarna Dipa, para model yang terdiri dari masyarakat Indonesia dan Thailand di Chicago, dengan iringan musik gamelan “Selisir”.

 

Dalam sambutannya Menteri Perdagangan Mari E Pangestu antara lain menyampaikan kesan-kesannya terhadap Ibu Ann Dunham, PhD, seorang anthropoloog yang semasa hidupnya pernah tinggal di Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun serta mengabdikan dirinya kepada kegiatan-kegiatan sosial, kemanusiaan, serta mencintai seni budaya Indonesia. Mendag berharap melalui pameran batik ini terjalin pemahaman yang lebih baik antara kedua budaya guna lebih meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.

 

Maya Soetoro, adik kandung satu ibu Presiden Obama dalam sambutan tertulisnya antara lain menceritakan tentang kecintaan Ibundanya terhadap Indonesia dan batik. Bahasa Jawa, budaya, dan pola artistik tradisional mewarnai kehidupan Ibu Ann Dunham yang berhasil memadukan dua budaya, Amerika dan Indonesia. Menurut teman ibunya, Alice Dewey, dalam disertasinya mengenai batik bahwa batik memiliki metaphora yang sangat kuat dalam mempresentasikan adat dan budaya Indonesia di mana batas-batas antara hubungan adalah kompleks, segala sesuatu nampak dalam satu konteks dengan elemen atau pola lainnya sehingga satu motif batik terkait dengan motif lainnya dan nampak saling mengisi. Budaya barat umumnya memiliki kesulitan dalam membentuk dan melihat pola tersebut karena pandangan dualistik dan linear nya. Namun tidak demikian dengan Ibundanya, Ann Dunham. Ia dapat dengan mudah memadukan dua budaya tersebut dengan damai.

 

Batik merefleksikan perpaduan yang harmonis antara tradisionalisme dan modernitas kosmopolitan serta kompleksitas yang tinggi yang menjelaskan ritual ketidakteraturan. Koleksi batik Ibu Ann Dunham menjelaskan mengenai perpaduan harmonis dari sebuah kompleksitas. Bagi Maya, batik dan wanita yang mengkoleksinya merupakan simbol dari kolaborasi berdasarkan cinta kasih yang menyatukan perbedaan-perbedaan. Sebagaimana dikatakan oleh kakaknya, Presiden Obama, batik dapat dimanfaatkan untuk menjembatani hubungan antara kedua bangsa yang mencari masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negaranya dengan membagi harapan-harapan.

http://www.deplu.go.id/?hotnews_id=4577

2009-12-14


Pilihan material kayu ingin mengingatkan kita bahwa hidup ini ada batasnya, karena kayu suatu saat akan lapuk tidak seperti plastik dan material ‘modern’ yang menjanjikan kehidupan abadi namun tidak ramah lingkungan.  Pada Magno ”personal” radio, tidak ada skala frekuensi karena Singgih ingin menyatakan bahwa kita harus punya hubungan dengan benda-benda milik kita, bukan hanya memakai atau membanggakannya saja. Apabila kita sudi sedikit berpayah mengasah “feeling”, kita akan bisa menemukan radio station kesayangan kita. Radio ini sangat ‘bersih’ tanpa banyak tulisan di permukaannya yang tidak dipernis, juga menonjolkan desain yang ‘hangat’ dengan pasak kayu bahkan karet dan kancing untuk mekanisme penutup tempat baterainya.

Dengarkan obrolan dengan Singgih Kartono, tamu MANIFESTO yang pertama, perjalanan hidupnya, perjuangannya melatih karyawan dan membesarkan usaha kecilnya, dan prinsip-prinsip di balik kreasinya, seri radio kayu Magno yang kini tengah bertarung di People’s Award dari Cooper-Hewitt Design Museum di New York City.  Sudah banyak yang memberi dukungan bagi Magno berupa vote – sudahkah Anda voting?  Kunjungi www.magno-design.com untuk mengakses voting page People’s Award.



http://www.voiceofjakarta.com/category/kabar-kabari/

2009-12-12


"Saya malah sangat ingin hari itu dijadikan gerakan berbaju batik bagi seluruh rakyat Indonesia. Semuanya, dari petani, sopir angkutan termasuk tukang becak dan ojek, pegawai kantor pemerintah maupun swasta, penyiar televisi, sampai pejabat hingga Presiden mengenakan batik," kata Wakil Ketua Asita DKI Rudiana dalam perbincangan lepas di Sydney, Australia, Kamis (17/9) siang.

Menurut Rudiana, gerakan nasional berbaju batik sehari saja bagi seluruh rakyat Indonesia pada 2 Oktober itu perlu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme."Dulu ketika ada kabar batik diklaim Malaysia, bagaimana marahnya kita. Sekarang badan dunia UNESCO mengakui batik sebagai milik kita. Masak kitaadem ayem saja. Tidak ada apa pun untuk menyambut kemenangan ini," katanya.

Mestinya Presiden

Rudiana mengakui, dirinya hanya bisa mengusulkan gerakan nasional berbatik itu. Mestinya, kata dia, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang mengusulkan kepada Presiden diadakannya gerakan itu. Meski demikian, Asita DKI juga mencoba menyampaikan usulan itu lewat Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng. "Kita tahu Presiden lagi sibuk menyusun kabinet, tetapi momen yang bisa membangkitkan nasionalisme itu mestinya tidak dilewatkan begitu saja," katanya.

Sekarang waktunya memang sudah agak mepet. Belum lagi semua orang perhatiannya pada arus mudik dan Lebaran. "Tapi belum terlambat. Masih ada waktu. Presiden cukup mengucapkan pidato pendek atas penetapan UNESCO itu dan mengimbau seluruh rakyat Indonesia mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober nanti.

Sementara itu, Depbudpar sore ini menyelenggarakan dialog bisnis di Sydney dalam rangka promosi pemulihan citra pariwisata Indonesia pascabom Marriott dan Ritz-Carlton. Dialog serupa, Senin lalu, sudah digelar di Auckland, Selandia Baru. Acara itu mendapat sambutan hangat para pengusaha wisata ataupun pejabat dan masyarakat di Selandia Baru.



Sumber: http://m.kompas.com

 

 

Kamis, 17 September 2009 | 12:19 WIB

Laporan wartawan KOMPAS M Suprihadi

 

 

2009-12-12

Total 120 Articles
ARTICLE
Arti Hadiah Pemberian Pria [2010-10-05]

Seringkali wanita bertanya-tanya setelah diberi hadiah oleh pasangannya. Padahal, hadiah yang diberikan oleh pria sebenarnya berdasarkan pertimbangan yang sangat simpel. Oleh karena itu mereka kerap menjadi bingung, apa yang salah dengan hadiah yang diberikannya?

Arti Sebuah Hadiah [2010-09-24]

Hadiah dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan ucapan dan permintaan ma’af. Ia mampu menghilangkan kabut hati, memadam kan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Ia dapat mendatangkan kecintaan dan persahabatan setelah sekian lama tercerai-berai.


Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]

GUCCI dan Christian Dior berniat untuk menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk domestik juga ikut dikenal secara global.


Alami yang Disuka [2010-03-11]

Batik Madura mulai dilihat sebagai potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam, di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik (UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin. Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di UPT tadi.

Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]

Kain tenun dan hasil tekstil lainnya adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun, baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam dan bernilai budaya tinggi.

[View All]
LINKS
Leoniko
Nusansifor
RANDOM GALLERY


SMALL FUNCTIONAL MGS-01




HOME | ABOUT US | SERVICES | GALLERY | ARTICLE | HOW TO BUY | COORPORATE GIFT ADVISOR | CONTACT US

© Copyright 2007 IDEGIFT.COM Designed by Leoniko