Peragaan ini juga
bukan sekadar acara Lenny memperkenalkan koleksi terbarunya. Ini juga
perayaan atas pembukaan butik keduanya di Plaza Indonesia dan kerja
sama Lennor, merek dagang Lenny, dengan Batik Semar. Tahun lalu butik
pertama perancang bertubuh mungil ini dibuka di Central Park, Jakarta
Barat.
Tiap tahun Lennor
menyiapkan empat konsep koleksi yang dikembangkan berdasarkan pilihan
warna. "Tiap konsep keluar tiga bulan sekali, dengan tema
berbeda tapi ada hubungannya dengan tema sebelumnya," kata
Lenny, menjelaskan, seusai peragaan.
Lennor juga
konsisten menggunakan 100 persen materi dari negeri sendiri, seperti
sarung, batik, dan lurik. Tiga puluh koleksinya, terdiri atas 18
busana wanita dan 12 busana pria, ditampilkan Lenny.
"Desain
Lennor lebih ceria, sederhana, dan sarat kekinian," kata Lenny.
Kali ini Lenny mengkombinasikan dua hingga tiga warna dalam satu
rancangan. Gaun-gaun mini dengan satu bahu terbuka dengan berbagai
materi menjadi eksperimen Lenny, seperti batik dan lurik, bahkan
jins.
Lenny mengatakan
tak khawatir terhadap banyaknya perancang yang juga mengolah batik.
"Semakin banyak yang menggunakan batik, malah semakin bagus.
Saya yakin dalam berkarya tiap perancang punya sense of fashion yang
berbeda," Lenny menambahkan.
Salah satu
pembeda rancangan Lenny dengan yang lain adalah cutting yang lebih
fit slim alias pas di badan. "Enggak gombrong-gombrong, dan
lebih clean."
Karena itu, untuk
pria, Lennor mengembangkan berbagai kemeja yang sederhana, tapi
dengan detail yang unik. "Karena cowok sekarang ternyata genit
juga kan? Tapi segenit-genitnya cowok, kami buat tak terlalu
metroseksual," ujarnya.
Ada perkembangan
unik yang diamati Lenny. Dulu Lenny hanya menyisihkan 30 persen
desain bagi pria dan 70 persen untuk wanita. Tapi permintaan pasar
memaksanya membuat perbandingan produknya menjadi 40 persen untuk
pria dan 60 persen untuk wanita. Tak aneh jika dia bilang, "Saya
sendiri surprise dengan kenyataan ini."
Selain busana,
Lennor menawarkan koleksi aksesori, seperti topi anyaman, selendang
batik, serta kalung dan gelang rajutan dari materi manik-manik sumbu
kompor olahan.
Yang unik mungkin
pilihan Lenny yang menggandeng Batik Semar, yang dikenal sebagai
salah satu rumah batik klasik dengan warna-warna gelap. "Ide
awalnya sejak 2008. Intinya, kami ingin membuat brand ini jadi brand
internasional dengan materi asli Indonesia," kata Ananda
Soewono, CEO Lennor. Ananda optimistis di tangan Lenny, desain batik
jadi sungguh berbeda.
"Orang biasa
membeli barang brand internasional mengeluarkan uang ratusan juta tak
masalah. Kenapa kalau batik harga lebih mahal sedikit komplain, kok
mahal sekali," Ananda menambahkan.
Itulah sebabnya
Lenny mencoba membuka gerai-gerainya di beberapa pusat belanja
bersanding dengan merek dunia. "Ke depan, kami akan merambah ke
gerai kelas A di Surabaya dan Denpasar," tutur Adriyan Riyadi,
Business and Development Lennor.
Sedangkan untuk
pasar internasional, Adrian mengatakan akan mencoba menjajaki pasar
Asia Tenggara dulu. Dimulai dari Singapura. "Biar lebih
berfokus," katanya. Lenny sendiri sudah lebih dulu menampilkan
beberapa koleksinya di peragaan busana di Tokyo, Jepang, beberapa
waktu silam.
Taruna K.
Kusmayadi, Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia
berharap upaya Lennor bisa menjadi standar asosiasi lain untuk
membuat industrinya tak hanya berstandar rumahan, tapi juga industri
besar. "Siapa tahu nantinya ada anak muda di Harajuku, Jepang,
yang mengenakan Lennor," kata Taruna.
http://www.tempointeraktif.com/hg/kecantikan/2010/02/18/brk,20100218-226615,id.html
2010-02-18 | | |
Rencana pematenan batik Pamekasan ini
sendiri disambut gembira ratusan pengrajin batik di Desa Klampar dan
Desa Toket, Kecamatan Propo.
Ahmadi, salah seorang pengrajin batik
asal Desa Klampar mengatakan, pematenan corak batik Pamekasan akan
memberikan kenyamanan bagi pembatik. Sebab, sejumlah corak batik
Pamekasan, banyak ditiru pembatik daerah lain di Jawa.
"Jika dilindungi hak paten atau
hak cipta, maka pembatik Pamekasan bisa melayangkan keberatan pada
produsen batik luar Madura yang kedapatan meniru corak batik Madura,"
tegas Ahmadi, saat dihubungi di rumahnya di Desa Klampar, Minggu
(14/9/2008)
Selain sebagai pengrajin batik, Ahmadi
dikenal sebagai bapak angkat dari 25 orang pengrajin batik di Desa
Klampar. Sebagai bapak angkat, Ahmadi memberikan modal dan membantu
pemasaran batik buah karya pembatik yang jadi mitranya.
Permintaan kain batik sendiri menjelang
lebaran meningkat pesat. Hingga pertengahan puasa ini, Ahmadi mengaku
telah mengirimkan masing-masing sepuluh kodi ke pembeli di Surabaya
dan Jakarta.
"Pagi tadi, saya mendapat pesanan
sepuluh kodi dari pembeli di Jogjakarta," ungkapnya. Pada hari
normal, permintaan kain batik tak lebih dari 5 kodi setiap bulan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Pamekasan Bahrun, menyatakan hak cipta atas corak
batik khas Pamekasan, Madura akan dilakukan setelah lebaran nanti.
Bahrun berjanji, akan membawa sejumlah
corak batik khas Pamekasan ke kantor Direktorat Hak Cipta Departemen
Hukum dan HAM di Jakarta. "Semoga saja pengajuan hak cipta corak
batik khas Pamekasan, akan berjalan lancar dan sukses," kata
Bahrun setengah berharap.
Dinas Perindustrian Pamekasan mencatat
terdapat 105 orang pengrajin batik. Mereka tersebar di Desa Klampar
dan Desa Toket kecamatan Propo. Pemasaran kain batik Pamekasan,
tersebar ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Seperti di Jakarta,
Bandung, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya.
Bahkan, kain batik karya pengrajin
Pamekasan ini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
http://surabaya.detik.com/read/2008/09/14/150152/1005894/475/corak-batik-pamekasan-akan-dipatenkan
2010-02-17 | | |
PASAR batik belum secara maksimal
menjadi tempat untuk promosi dan penjualan batik. Indikasinya, selain
stan yang ada masih terbatas, jarang sekali warga memanfaatkan pasar
batik untuk belanja.
Berdasarkan pantauan koran ini, hanya
satu dua warga yang hadir ke Pasar Batik di Jalan Jokotole itu. Tak
heran, situasi di gedung yang pembangunannya menelan uang Rp 1,8
miliar itu relatif sepi. Jauh dari kesan sebagai sebuah pasar.
Selain itu, kios yang ada sangat
terbatas. Hanya ada beberapa kios. Meski koleksinya relatif lengkap,
namun karena kiosnya minim, warga sepertinya enggan datang ke Pasar
batik.
"Yang saya tahu, aneka koleksi
memang lengkap. Tapi, entah kenapa warga sedikit yang mau datang,"
ujar S. Anis, warga di Jalan Kabupaten yang mengaku baru berkunjung
ke Pasar Batik.
Anggota Komisi B DPRD Pamekasan,
Abdillah Fuad Kuddah, mengatakan, konsep Pasar Batik sebenarnya
bagus. Yakni, sebagai tempat untuk memromosikan dan mengenalkan aneka
potensi lokal, terutama batik tulis. "Konsep Pasar Batik bagus.
Karena itu, ke depan perlu digarap maksimal," katanya.
Salah satunya, sambung Abdillah, dengan
meningkatkan promosi. Termasuk, penataan lokasi yang lebih baik.
Sehingga, warga betah saat berkunjung ke Pasar Batik.
Untuk diketahui, pembangunan Pasar
Batik diharapkan makin mengembangkan potensi batik. Sehingga, batik
lokal Pamekasan bisa lebih dikenal dan memiliki pangsa yang luas
melalui kehadiran pengunjung lokal maupun regional.
Pembangunan Pasar Batik menggunakan
dana patungan dari dana APBD dan APBN. Dari APBD hanya Rp 800 juta,
sedangkan APBN Rp 1 miliar.
Kepala Disperindag Pamekasan Atok
Suharyanto mengatakan, pemkab terus berupaya mengembangkan potensi
batik. Salah satunya dengan Pasar Batik tersebut. "Sekarang ini
dalam proses peningkatan program lanjutan. Ke depan, kita akan terus
dorong pada peningkatan sentra-sentra pengrajin batik yang potensial
untuk lebih peningkatan pada kualitas, desain khasnya, dan
sebagainya," kata Atok.
Selain itu, pemkab melalui disperindag
akan mengembangkan manajemen pasar batik. Termasuk, meningkatkan
promosi dan pemasarannya ke luar Madura.
http://kabarmadura05.blogspot.com/2009/01/pasar-batik-pamekasan-nasibmu-kini.html
2010-02-17 | | |
Kematian yang tragis ,kesolehan dan
kedermawanan Valentin ini, tidak
dapat dilupakan oleh para pengikutnya
dibelakang, Valentine dijadikan simbol
bagi ketabahan, keberanian, dan
kepasrahan seorang kristen menghadapi
kenyataan hidupnya. Namanya dipuja dan
diagungkan dan hari kematiannya
diperingati oleh pengikutnya dalam
setiap upacara keagamaan yang dianggap
sesuai dengan peristiwa tragis itu.
Upacara peringatan yang pada mulanya
bersifat religius itu dimulai pada
abad ketujuh Masehi dan berlangsung
sampai abad keempat belas dan setelah
abad itu SIGNIFIKANSI keagamaannya
mulai hilang dan tertutup oleh Upacara
dan Ceremony yang non agamais.
2. VALENTINES DAY ATAU HARI VALENTIN
Hari Valentin, sebagaimana dikatakan
diatas adalah hari kematian
Valentine yang kemudian diperingati
oleh para pengikutnya setiap tanggal 14
februari tahun yang sedang
berjalan.Hari Valentine ini kemudian dihubungkan
pula dengan pesta atau perjamuan kasih
sayang bangsa Romawi kuno yang
disebut "SUPERCALIA" yang
biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari, Setelah
orang romawi masuk kristen maka pesta
"SUPERCALIA"itu secara religius
dikaitkan dengan kematian atau upacara
kematian St Valentie. Penerimaan
Valentine sebagai model kasih sayang
tulus diduga seperti berasal dari
kepercayaan orang Eropa, bahwa masa
kasih sayang mulai bersemi bagi burung
jantan dan burung betina pada tgl 14
Februari setiap tahunnya.
Perkiraannya atau kepercayaannya ini
lalu berkembang menjadi pengertian
umum bahwa sebaiknya pihak pemuada
mencari seorang pemudi (wanita) untuk
menjadikan pasangannya dan sebaliknya
seorang wanita mencari seorang pemuda
untuk menjadi teman hidupnya pada tgl
14 Februari itu pula.Bersamaan dengan
itu pula,mereka menyarankan untuk
saling tukar tanda mata atau cadeau (kado)
sebagai lambang terbinanya kasih sayang
diantara mereka.Namun Valentine ini
lebih dipopulerkan lagi oleh
orang-orang Amerika dalam bentuk Greeting Card
(kartu ucapan selamat) terutama sejak
berakhirnya perang dunia ke I.
Demikianlah lama kelamaan nama dari
seorang yang bergelar Santo
Valentine itu akan jauh bergeser dari
semuanya, orang yang datang dibelakang
hanya akan menyebut namanya lewat
Greeting Card.Pesta persaudaraan, tukar
tanda mata, tanpa mengetahui latar
belakang sejarahnya yang berumur lebih
dari 1700 tahun yang lalu itu.Satu hal
adalah pasti, bahwa setiap orang
kristen tentu akan mengerti betul apa
maksudnya dan apa latar belakang
mereka merayakan "VALENTINE DAY"
itu atau (hari kasih sayang).
materi referensi:
fs.com/fauzijeez ... add yia !
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071115054353AAIzmra
2010-02-15 | | |
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari
raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang
dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai
bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan
korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur,
mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa
potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka
jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena
percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa
melahirkan dengan mudah.
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine
2010-02-15 | |
Total 118 Articles
|
|
 |
| ARTICLE |
 | Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]
GUCCI dan Christian Dior berniat untuk
menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri
tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini
mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun
langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia
ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang
menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk
domestik juga ikut dikenal secara global.
|  | Alami yang Disuka [2010-03-11]
Batik Madura mulai dilihat sebagai
potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam,
di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik
(UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab
banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT
Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin.
Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu
semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di
UPT tadi.
|  | Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]
Kain tenun dan hasil tekstil lainnya
adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis
di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun,
baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan
menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu
bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum
dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang
rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya
menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia
mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam
dan bernilai budaya tinggi.
|  | Negeri Sejuta Motif Batik [2010-02-23]
Ada sesuatu yang sangat fenomenal dalam
sejarah Pekalongan empat tahun terakhir ini, yakni berdirinya Museum
Batik. Keberadaannya mampu menjadikan titik tolak kebangkitan Kota
Pekalongan. Karena keberadaan Museum tidak hanya sekedar untuk
menyimpan berbagai benda-benda bersejarah saja. Namun dari museum
mampu dirunut sebuah perjalanan kehidupan serta budaya masa lalu.
Dari sini kita bisa melihat sekaligus belajar mengerti tentang tapak
sejarah batik tidak hanya skala lokal setetapi batik secara nasional.
|  | Batik Mega Mendung [2010-02-23]
ampir di seluruh wilayah Jawa memiliki
kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang
lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan
seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota
lainnya.
| | [View All]
|
|
| LINKS |
|
|
| RANDOM GALLERY |

MAGNO MINI
|
|