[English | Bahasa Indonesia]

[PLATINUM | SILVER]
Kami siap melayani desain atau pesanan khusus untuk keperluan corporate gift anda, silahkan hubungi corporate gift advisor kami



Pilihan untuk mendirikan Museum Batik berskala nasional di Kota Pekalongan diakui atau tidak menjadikan Kota Pekalongan mempunyai nilai tambah yang sangat signifikan. Karena mampu mendongkrak integritas Pekalongan sebagai ‘Negeri Sejuta Batik’, yang tidak hanya dikenal ditingkat local namun internasional.

Ini semua tidak terlepas dari upaya Pemerintah kota Pekalongan yang dipimpin Walikota dr.HM.Basyir Ahmad dan Wakilnya H.Abu Almafachir yang memperoleh dukungan secara total dari berbagai pihak seperti Yayasan Batik Indonesia, Yayasan Kadin hingga masyarakat Pekalongan yang tinggal di Jakarta yang dikenal dengan OPEK (Orang Pekalongan) disamping para kuraktor batik.

Pendirian Museum Batik oleh Kota Pekalongan tidak terlepas dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan kesenian budaya sekaligus mendukung tumbuhnya industry usaha perbatikan. Sehingga fungsi museum tidak sekedar memamerkan dan menyimpan batik namun juga sebagai jendela ekonomi disamping sebagai data center dan pusat kajian pustaka maupun koleksi.

Gedung Museum Batik seluas 600 m? sebagai pilihan sangat tepat karena peninggalan VOC Belanda yang dikenal sebagai City Hall yang berusia tua (1906) dalam waktu singkat Museum Batik terwujud. Dan tidak kepalang tanggung pada tanggal 12 Juli 2006 peresmian dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Any Yudhoyono bersama rombongan Menteri Kabinet Indosat Bersatu serta para tamu Negara sahabat pecinta maupun pemerhati batik.

Untuk mengisi museum, dengan suka rela para kolektor berpartisipasi menyumbangkan koleksi batik-batik yang berusia tua dan langka, seperti batik milik Ibu Minarsih Soedarpo, Ghea Pangabean, Grazeila S. Rapjanidewi, Nian Djoemono, Syarifah Nawawi, Grizelda A. Loemono, RA Soejatoen Damais, Roos Roesmali, Tumbu Ramelan, Maria Moerad serta dari Pekalongan Fatchiyah A. Kadir, Afif Sahur, Dudung Alisyahbana, Romi Oktabirawa, Fathurachman (Tukman), Fredi Wijaya serta beberapa tokoh batik lainya. Dalam waktu sekejap ada sekitar 500 koleksi batik berbagai corak berhasil dihimpun. Mulai batik corak keratin Solo-Jogja sampai batik corak kawasan Selatan Jawa seperti batik Banyumas, Kebumen, Purworejo maupun batik corak pesisir Utara, seperti Cirebon, Pekalongan, Lasem, hingga Madura.

Dari titik awal inilah Kota Pekalongan mulai mengembalikan jati dirinya menunjukkan kelasnya sebagai Kota Batik. Maka apa yang dilantunkan kelompok music Slank sangatlah tidak mengada ada. Kota batik bukan Solo bukan Jogja tapi Pekalongan.

http://museumbatik.kotapekalongan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=46&Itemid=1



 



2010-02-23


Menurut sejarahnya, di daerah cirebon terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari dalam maupun luar negri. Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari negerinya.

Dalam Sejarah diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan ajaran Islam di daerah Cirebon menikah dengan seorang putri Cina Bernama Ong TIe. Istri beliau ini sangat menaruh perhatian pada bidang seni, khususnya keramik. Motif-motif pada keramik yang dibawa dari negeri cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif batik hingga terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina.

Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik Mega Mendung atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat baik dalam bentuk maupun warnanya bergaya selera cina.

Motif mega mendung melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingg biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi penghidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan.

http://batikpekalongan.wordpress.com/2007/11/

2010-02-23


Peragaan ini juga bukan sekadar acara Lenny memperkenalkan koleksi terbarunya. Ini juga perayaan atas pembukaan butik keduanya di Plaza Indonesia dan kerja sama Lennor, merek dagang Lenny, dengan Batik Semar. Tahun lalu butik pertama perancang bertubuh mungil ini dibuka di Central Park, Jakarta Barat.

Tiap tahun Lennor menyiapkan empat konsep koleksi yang dikembangkan berdasarkan pilihan warna. "Tiap konsep keluar tiga bulan sekali, dengan tema berbeda tapi ada hubungannya dengan tema sebelumnya," kata Lenny, menjelaskan, seusai peragaan.

Lennor juga konsisten menggunakan 100 persen materi dari negeri sendiri, seperti sarung, batik, dan lurik. Tiga puluh koleksinya, terdiri atas 18 busana wanita dan 12 busana pria, ditampilkan Lenny.

"Desain Lennor lebih ceria, sederhana, dan sarat kekinian," kata Lenny. Kali ini Lenny mengkombinasikan dua hingga tiga warna dalam satu rancangan. Gaun-gaun mini dengan satu bahu terbuka dengan berbagai materi menjadi eksperimen Lenny, seperti batik dan lurik, bahkan jins.

Lenny mengatakan tak khawatir terhadap banyaknya perancang yang juga mengolah batik. "Semakin banyak yang menggunakan batik, malah semakin bagus. Saya yakin dalam berkarya tiap perancang punya sense of fashion yang berbeda," Lenny menambahkan.

Salah satu pembeda rancangan Lenny dengan yang lain adalah cutting yang lebih fit slim alias pas di badan. "Enggak gombrong-gombrong, dan lebih clean."

Karena itu, untuk pria, Lennor mengembangkan berbagai kemeja yang sederhana, tapi dengan detail yang unik. "Karena cowok sekarang ternyata genit juga kan? Tapi segenit-genitnya cowok, kami buat tak terlalu metroseksual," ujarnya.

Ada perkembangan unik yang diamati Lenny. Dulu Lenny hanya menyisihkan 30 persen desain bagi pria dan 70 persen untuk wanita. Tapi permintaan pasar memaksanya membuat perbandingan produknya menjadi 40 persen untuk pria dan 60 persen untuk wanita. Tak aneh jika dia bilang, "Saya sendiri surprise dengan kenyataan ini."

Selain busana, Lennor menawarkan koleksi aksesori, seperti topi anyaman, selendang batik, serta kalung dan gelang rajutan dari materi manik-manik sumbu kompor olahan.

Yang unik mungkin pilihan Lenny yang menggandeng Batik Semar, yang dikenal sebagai salah satu rumah batik klasik dengan warna-warna gelap. "Ide awalnya sejak 2008. Intinya, kami ingin membuat brand ini jadi brand internasional dengan materi asli Indonesia," kata Ananda Soewono, CEO Lennor. Ananda optimistis di tangan Lenny, desain batik jadi sungguh berbeda.

"Orang biasa membeli barang brand internasional mengeluarkan uang ratusan juta tak masalah. Kenapa kalau batik harga lebih mahal sedikit komplain, kok mahal sekali," Ananda menambahkan.

Itulah sebabnya Lenny mencoba membuka gerai-gerainya di beberapa pusat belanja bersanding dengan merek dunia. "Ke depan, kami akan merambah ke gerai kelas A di Surabaya dan Denpasar," tutur Adriyan Riyadi, Business and Development Lennor.

Sedangkan untuk pasar internasional, Adrian mengatakan akan mencoba menjajaki pasar Asia Tenggara dulu. Dimulai dari Singapura. "Biar lebih berfokus," katanya. Lenny sendiri sudah lebih dulu menampilkan beberapa koleksinya di peragaan busana di Tokyo, Jepang, beberapa waktu silam.

Taruna K. Kusmayadi, Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia berharap upaya Lennor bisa menjadi standar asosiasi lain untuk membuat industrinya tak hanya berstandar rumahan, tapi juga industri besar. "Siapa tahu nantinya ada anak muda di Harajuku, Jepang, yang mengenakan Lennor," kata Taruna.

http://www.tempointeraktif.com/hg/kecantikan/2010/02/18/brk,20100218-226615,id.html



2010-02-18


Rencana pematenan batik Pamekasan ini sendiri disambut gembira ratusan pengrajin batik di Desa Klampar dan Desa Toket, Kecamatan Propo.

Ahmadi, salah seorang pengrajin batik asal Desa Klampar mengatakan, pematenan corak batik Pamekasan akan memberikan kenyamanan bagi pembatik. Sebab, sejumlah corak batik Pamekasan, banyak ditiru pembatik daerah lain di Jawa.

"Jika dilindungi hak paten atau hak cipta, maka pembatik Pamekasan bisa melayangkan keberatan pada produsen batik luar Madura yang kedapatan meniru corak batik Madura," tegas Ahmadi, saat dihubungi di rumahnya di Desa Klampar, Minggu (14/9/2008)

Selain sebagai pengrajin batik, Ahmadi dikenal sebagai bapak angkat dari 25 orang pengrajin batik di Desa Klampar. Sebagai bapak angkat, Ahmadi memberikan modal dan membantu pemasaran batik buah karya pembatik yang jadi mitranya.

Permintaan kain batik sendiri menjelang lebaran meningkat pesat. Hingga pertengahan puasa ini, Ahmadi mengaku telah mengirimkan masing-masing sepuluh kodi ke pembeli di Surabaya dan Jakarta.

"Pagi tadi, saya mendapat pesanan sepuluh kodi dari pembeli di Jogjakarta," ungkapnya. Pada hari normal, permintaan kain batik tak lebih dari 5 kodi setiap bulan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan Bahrun, menyatakan hak cipta atas corak batik khas Pamekasan, Madura akan dilakukan setelah lebaran nanti.

Bahrun berjanji, akan membawa sejumlah corak batik khas Pamekasan ke kantor Direktorat Hak Cipta Departemen Hukum dan HAM di Jakarta. "Semoga saja pengajuan hak cipta corak batik khas Pamekasan, akan berjalan lancar dan sukses," kata Bahrun setengah berharap.

Dinas Perindustrian Pamekasan mencatat terdapat 105 orang pengrajin batik. Mereka tersebar di Desa Klampar dan Desa Toket kecamatan Propo. Pemasaran kain batik Pamekasan, tersebar ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya.

Bahkan, kain batik karya pengrajin Pamekasan ini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.

http://surabaya.detik.com/read/2008/09/14/150152/1005894/475/corak-batik-pamekasan-akan-dipatenkan

2010-02-17


PASAR batik belum secara maksimal menjadi tempat untuk promosi dan penjualan batik. Indikasinya, selain stan yang ada masih terbatas, jarang sekali warga memanfaatkan pasar batik untuk belanja.

Berdasarkan pantauan koran ini, hanya satu dua warga yang hadir ke Pasar Batik di Jalan Jokotole itu. Tak heran, situasi di gedung yang pembangunannya menelan uang Rp 1,8 miliar itu relatif sepi. Jauh dari kesan sebagai sebuah pasar.

Selain itu, kios yang ada sangat terbatas. Hanya ada beberapa kios. Meski koleksinya relatif lengkap, namun karena kiosnya minim, warga sepertinya enggan datang ke Pasar batik.

"Yang saya tahu, aneka koleksi memang lengkap. Tapi, entah kenapa warga sedikit yang mau datang," ujar S. Anis, warga di Jalan Kabupaten yang mengaku baru berkunjung ke Pasar Batik.

Anggota Komisi B DPRD Pamekasan, Abdillah Fuad Kuddah, mengatakan, konsep Pasar Batik sebenarnya bagus. Yakni, sebagai tempat untuk memromosikan dan mengenalkan aneka potensi lokal, terutama batik tulis. "Konsep Pasar Batik bagus. Karena itu, ke depan perlu digarap maksimal," katanya.

Salah satunya, sambung Abdillah, dengan meningkatkan promosi. Termasuk, penataan lokasi yang lebih baik. Sehingga, warga betah saat berkunjung ke Pasar Batik.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Batik diharapkan makin mengembangkan potensi batik. Sehingga, batik lokal Pamekasan bisa lebih dikenal dan memiliki pangsa yang luas melalui kehadiran pengunjung lokal maupun regional.

Pembangunan Pasar Batik menggunakan dana patungan dari dana APBD dan APBN. Dari APBD hanya Rp 800 juta, sedangkan APBN Rp 1 miliar.

Kepala Disperindag Pamekasan Atok Suharyanto mengatakan, pemkab terus berupaya mengembangkan potensi batik. Salah satunya dengan Pasar Batik tersebut. "Sekarang ini dalam proses peningkatan program lanjutan. Ke depan, kita akan terus dorong pada peningkatan sentra-sentra pengrajin batik yang potensial untuk lebih peningkatan pada kualitas, desain khasnya, dan sebagainya," kata Atok.

Selain itu, pemkab melalui disperindag akan mengembangkan manajemen pasar batik. Termasuk, meningkatkan promosi dan pemasarannya ke luar Madura.

http://kabarmadura05.blogspot.com/2009/01/pasar-batik-pamekasan-nasibmu-kini.html


2010-02-17

Total 120 Articles
ARTICLE
Arti Hadiah Pemberian Pria [2010-10-05]

Seringkali wanita bertanya-tanya setelah diberi hadiah oleh pasangannya. Padahal, hadiah yang diberikan oleh pria sebenarnya berdasarkan pertimbangan yang sangat simpel. Oleh karena itu mereka kerap menjadi bingung, apa yang salah dengan hadiah yang diberikannya?

Arti Sebuah Hadiah [2010-09-24]

Hadiah dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan ucapan dan permintaan ma’af. Ia mampu menghilangkan kabut hati, memadam kan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Ia dapat mendatangkan kecintaan dan persahabatan setelah sekian lama tercerai-berai.


Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]

GUCCI dan Christian Dior berniat untuk menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk domestik juga ikut dikenal secara global.


Alami yang Disuka [2010-03-11]

Batik Madura mulai dilihat sebagai potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam, di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik (UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin. Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di UPT tadi.

Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]

Kain tenun dan hasil tekstil lainnya adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun, baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam dan bernilai budaya tinggi.

[Lihat Semua]
LINKS
Leoniko
Nusansifor
RANDOM GALLERY


NOTES BATIK CUSTOM




HOME | ABOUT US | SERVICES | GALLERY | ARTICLE | HOW TO BUY | COORPORATE GIFT ADVISOR | CONTACT US

© Copyright 2007 IDEGIFT.COM Designed by Leoniko