Dengan
pembawaan yang mudah tertawa dan tulus, Singgih Kartono mengatakan ketertarikan
utamanya adalah pada ketidakpekaan teknik manufaktur dan konstruksi yang sering
menyertai alat elektronik baru dalam perjalanannya ke pasar. "Saya
telah mencoba untuk mendefinisikan kembali 'apa itu desain?'" Katanya.
"Saya tidak menggunakan lapisan pada produk. Saya menginginkan para
pengguna menyentuh kayu. Dalam konsep saya, keindahan produk tidak tergantung
pada produk itu sendiri, melainkan pada bagaimana pengguna menangani dan
melindunginya."
"Saya
sudah mulai dengan mencoba untuk membuat sebuah produk yang baik bagi
orang-orang. Dan dengan itu, saya memahami bahwa teknologi adalah baik bagi
orang-orang - seperti kemampuan multi-fungsional - kadang-kadang berarti bahwa
bahan-bahannya tidak baik. "
Kecepatan pemasaran modern dapat menjadi penyebab dalam hal ini, katanya.
"Setiap teknologi baru juga merupakan investasi. Ada kebutuhan untuk
pengembalian. Peralatan menjadi bagian dari ini, dan industri mencoba untuk
memaksa pasar akan sebuah produk baru dengan cepat, efektif biaya, dan mungkin
-- dia bilang, tanpa memperhatikan bagaimana produk itu mungkin dibuat secara
lebih personal, berarti, dan ramah lingkungan.
"Saya telah mencoba untuk tidak mengikuti tren ini," kata Kartono,
karena tidak baik untuk kehidupan. "Saya telah mencoba untuk
bertanya," Yah, kalau begitu, apa yang baik bagi orang-orang? "
"Saya telah mencoba untuk membuat sebuah produk yang memiliki hubungan
yang baik kepada masyarakat, kepada pengguna."
Ia menggunakan kayu eboni Indonesia dari daerah Jawa Tengah yang sedang dipacu
penanamannya oleh sekolah Kandangan. Sekitar 1.000 pohon telah tumbuh saat
sebuah pembibitan diciptakan di sekitar lokasi produksi radio, bagian dari
tujuan Kartono untuk mempekerjakan sebanyak mungkin orang.
"Aku ingin membuat kita peka dengan alam," katanya, "seperti di
masa lalu" tetapi dalam konteks modern dari elektronik dan ekonomi
konsumen."
Anda dapat menemukan sebuah koneksi yang dalam antara perasaan Kartono terhadap
desain dan implementasi lokalnya dalam tulisannya tentang kayu di situsnya.
"Kayu adalah sejenis bahan yang menawarkan keindahan dari
sejarahnya," ia mengatakan kepada kami. "Bagaimana ia tumbuh adalah
sebuah proses yang menakjubkan. Dia mencatat garis-garis umurnya. Dia mencatat
saat-saat baik dan buruk. Tekstur dan ulir yang indah benar-benar
menceritakan kisah hidupnya. Kayu adalah bahan yang sempurna, penyebab sempurna
dari ketidaksempurnaan. Karakternya mengajarkan kita tentang kehidupan,
keseimbangan, batas. "
Dengan kefasihan yang mendasari pemikirannya tentang desain, Kartono kemudian
ingin mentransfer ke pelanggan untuk setiap radionya - sekarang tersedia model
personal besar dan lebih kecil - semacam mandat untuk menangani dan berpikir
tentang apa yang diwakilinya.
"Saya tidak menggunakan lapisan pada produk," katanya. "Saya
menginginkan para pengguna menyentuh kayu. Dalam konsep saya, keindahan produk
tidak tergantung pada produk itu sendiri, melainkan pada bagaimana pengguna
menangani dan melindunginya.
"Saya pikir orang menemukan bahwa semakin lama mereka memiliki radio
Magno, semakin personal radio itu bagi mereka. Mereka tidak akan mau meminjamkan
kepada siapa pun."
Designed by:
Singgih S. Kartono Indonesia.
Disusun oleh:
Piranti Works.
www.magno-design.com
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2009/08/29/brk,20090829-195068,id.html
2009-12-02 | | |
Ajang tahunan
yang diadakan Design Museum London itu menyediakan online polling memilih
desain terfavorit. Hasil polling diumumkan pada Rabu malam lalu waktu London,
bersamaan dengan penyerahan penghargaan Brit Insurance Designs of the Year
2009.
Kehadiran Singgih dalam acara itu karena kreasinya. Radio kayu Magno terpilih
menjadi juara untuk kategori produk, menyisihkan belasan karya lain yang lolos
short list. Radio berdesain retro andalan pria berusia 40 tahun ini juga
berpeluang meraih penghargaan utama bila berhasil mengalahkan kampiun di enam
kategori lain.
Penghargaan itu menambah panjang daftar trofi yang diraih radio kayu Magno yang
dijual ke publik melalui media online. Sebulan sebelumnya, Magno meraih
penghargaan dalam Design Plus Award 2009, yang berlangsung di Jerman.
Keberhasilan menjuarai berbagai kompetisi desain internasional itu membuat
popularitas Magno kian meroket. Dalam situs pencariaan Google, nama Magno
muncul paling atas dengan kata kunci wooden radio. Penjualan produk yang
terdiri dari tiga seri, yaitu radio personal WR01A-2B, radio meja WR03-CUBE/4B,
dan radio meja WR03-RECT/4B, pun ikut melonjak.
Peminat terbesar berasal dari Amerika Serikat, dengan penjualan mencapai 250
unit per bulan. Disusul oleh Jepang sebanyak 50 unit per bulan, dan puluhan unit
per bulan ke Eropa. Menurut Singgih, harga Magno bervariasi. Di Amerika dijual
US 47,5 sampai US 80, di Jepang seharga 17.500 yen, dan di Eropa seharga
160-240 euro. Namun di Amerika, ternyata situs-situs penjualan online
menawarkan Magno paling murah US 200.
Antusiasme pasar Amerika menyambut Magno dimulai pada awal tahun silam. Ketika
itu, Singgih mendapat pesanan 10.000 unit radio kayu senilai Rp 4,9 milyar.
Pesanan sebanyak ini tidak bisa langsung dipenuhi, karena kapasitas produksi
Magno yang didukung 30 karyawan hanya sekitar 150 unit per bulan. Sebanyak 50
unit per bulan dikirim secara rutin ke Jepang sejak tahun 2005.
Karena itu, Singgih menawarkan pemenuhan permintaan tersebut dalam waktu paling
sedikit satu tahun. Kini kapasitas produksi radio yang dibuat di studio Piranti
Works, Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 300 unit per bulan dan
memperkerjakan sekitar 50 karyawan, yang semuanya warga Kandangan, desa
kelahiran Singgih. Omset yang diraih meningkat sampai Rp 750 juta per bulan.
Ayah dua anak itu memang layak menikmati buah manis radio kayu Magno.
Perjalanan Singgih membuat radio kayu Magno dimulai sejak mengerjakan tugas
akhir di Jurusan Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut
Teknologi Bandung, pada 1992. Ia memilih tema ?Desain Radio Receiver dengan
Memakai Teknologi Kerajinan Indonesia".
Ketika lulus, Singgih masih belum yakin akan berkarier ke mana. "Apakah
bekerja sebagai desainer produk di kantor desain produk di Bandung atau kembali
ke Kandangan memulai bisnis sendiri," tutur Singgih. Dan selama tiga tahun
berikutnya, Singgih bekerja di Bandung, sebelum akhirnya memilih pulang kampung
dan mendirikan perusahaan kerajinan kayu Aruna Aruntala di rumahnya.
Produk utama Aruna Aruntala adalah mainan dari kayu. Sebenarnya pada saat itu
Singgih berminat mengembangkan radio kayu Magno yang berhasil meraih juara
kedua dalam International Design Resource Award (IDRA) 1997 di Amerika Serikat.
Magno dinilai sebagai produk dengan bahan yang bisa didaur ulang dan memberi
nilai lebih terhadap produk.
Sayang, modal dan ketiadaan permintaan pasar jadi kendala. Peluang baru terbuka
ketika seorang rekanan dari Jepang berminat membeli radio kayu Magno pada 2004.
Maka, Singgih dibantu istri tercinta, Tri Wahyuni, dan empat karyawannya mulai
membuat Magno di bawah naungan perusahaan baru, Piranti Works.
Awalnya masih menggunakan ruang tamu rumah, sebelum pindah ke pabrik berukuran
15 x 18 meter yang dibangun dengan biaya Rp 100 juta. Pada 2005, Magno yang
dibuat dari paduan kayu hitam sonokeling dan kayu pinus meluncur ke pasar
Jepang.
Desain Magno memang simpel, mungil, dan unik. Ini sesuai dengan prinsip Singgih
untuk menghasilkan kerajinan yang memakai kayu sesedikit mungkin, tapi bisa
menghasilkan pekerjaan sebanyak mungkin bagi masyarakat sekitar.
Sebagai anak yang dibesarkan di desa, sejak kecil Singgih memang peduli pada
lingkungan. Ketika dewasa, ia prihatin atas kondisi Kandangan yang makin
meranggas. Warga desa yang terletak di kaki Gunung Sumbing itu menebang pepohonan
untuk bertani tembakau.
Maka, demi menjaga kelestarian lingkungan, Singgih menyisihkan sebagian hasil
bisnisnya untuk program penanaman pohon di Temanggung sejak November 2007.
Pembibitan aneka pohon sengon, sonokeling, hingga pinus dilakukan di lahan
sekitar 2.000 meter persegi yang ada di sekeliling studio Piranti Works.
Singgih juga menggandeng aktivis lingkungan, Mukidi, dan anak-anak sekolah
untuk menanam 1.000-an bibit pohon di lereng Gunung Sumbing. Selain
menyelamatkan lingkungan, di masa depan program ini juga bisa menjaga suplai
bahan baku kerajinan radio kayu Magno.
Sehingga bisnis itu tetap bertahan, bahkan bisa menjadi tumpuan hidup warga
Kandangan. "Saya berharap, kelak kegiatan ini bisa menampung sampai 1.000
perajin atau seperempat dari populasi Kandangan," kata Singgih. Sebuah asa
mulia yang sangat mungkin menjadi realitas. (Tmn/Gatra)
http://www.koran-radar.com/berita/read/2841/2009/Radio-Magno-Hijrah-ke-London
2009-12-01 | | |
Relax? The bells started playing and I
was no longer in a mood to relax. The Christmas music was wonderful.
It sounded happy and lively. It put me in a good mood just listening
to it. I wanted to jump up and start decorating the house for
Christmas.
I had it all planned in my mind. I
would place the music box near the front door and keep it playing
while the guests are arriving.
The music sounds so “Christmassy”.
I don’t know how I got along without it. It sets the mood. It makes
you feel happy and festive.
Just picture your guests arriving. The
house is decorated the prettiest ever. The stockings are hung. The
fireplace is glowing. The candles are flickering. The Christmas
lights are twinkling. The aromas coming from the kitchen are enough
to make your stomach rumble. And the music of the bells rings out the
joy of the most special Christmas celebration you and your guests
have ever enjoyed.
Children and Chimes—A Merry Good Time
Rayce with the Symphony of Bells Music
BoxWhen I gave it the “kid” test, I let my grandchildren in on my
new musical “toy.” For several minutes they stood silent as they
intently watched the bells chime as they played melody after melody.
Once in a while, a little finger would try to help out a bit. Then
they started dancing—dancing and dancing to the music of the bells.
My Honest Opinion
I jokingly called this music box my new
“toy” because it brings me so much pleasure. Of course, it’s
not a toy at all. The box the bells are housed in is very beautiful.
It has a cherry finish and looks important and a little masculine. It
would look great on a table in a library. Or it would look great on a
table in my living room—or yours.
I listened to the music with the lid up
and with the lid down. I prefer leaving the lid down with the music
box closed. The bells sound a little softer. I have to turn the
volume up when it’s closed though, so I don’t lose any of the
bell tones, but I also don’t hear any of the occasional sharp bell
tings.
One of the things I like about this
particular music box is the number of tunes it plays. It plays 25
Christmas songs and 25 old popular songs. It’s a joy to sit and
listen to every single song. Each song is programmed with its own
letter and number combination so you can play any song you like by
dialing the correct letter and number. A list of the songs is
provided with the music box.
Children and Chimes—A Merry Good Time
Rayce with the Symphony of Bells Music
BoxWhen I gave it the “kid” test, I let my grandchildren in on my
new musical “toy.” For several minutes they stood silent as they
intently watched the bells chime as they played melody after melody.
Once in a while, a little finger would try to help out a bit. Then
they started dancing—dancing and dancing to the music of the bells.
My Honest Opinion
I jokingly called this music box my new
“toy” because it brings me so much pleasure. Of course, it’s
not a toy at all. The box the bells are housed in is very beautiful.
It has a cherry finish and looks important and a little masculine. It
would look great on a table in a library. Or it would look great on a
table in my living room—or yours.
I listened to the music with the lid up
and with the lid down. I prefer leaving the lid down with the music
box closed. The bells sound a little softer. I have to turn the
volume up when it’s closed though, so I don’t lose any of the
bell tones, but I also don’t hear any of the occasional sharp bell
tings.
One of the things I like about this
particular music box is the number of tunes it plays. It plays 25
Christmas songs and 25 old popular songs. It’s a joy to sit and
listen to every single song. Each song is programmed with its own
letter and number combination so you can play any song you like by
dialing the correct letter and number. A list of the songs is
provided with the music box.
Is the Mr. Christmas Symphony of Bells
Music Box For Everyone?
For people who love music boxes or
especially love bells, I will say definitely, yes.
For people who have never paid any
attention to such things, I strongly urge you to give it a try. Until
you hear it for yourself, you can’t imagine what an added dimension
it will give your holiday season. And because it plays 25 other songs
in addition to the Christmas songs, it can be enjoyed year round.
You really have nothing to lose. With
Collectible Today’s money back guarantee for one full year, you’re
missing an elegant decoration and a great “toy” if you don’t
try it. A fine music box is a real pleasure. And this one is
definitely a fine music box. Click here to get the Mr. Christmas
Symphony Of Bells Music Box
http://www.amazing-christmas-ideas.com/mr-christmas-symphony-bells-music-box-christmas-gift.html
2009-11-30 | | |
I especially like gifts that are
personalized with the baby’s name printed or embroidered. It’s
just another way of showing your love, because you put in a little
extra effort for that special baby.
You can find clothes, jewelry, blankies
and decorations for the room. And don’t forget baby’s first
Christmas ornament. That’s a gift that will be treasured forever.
Personalized Baby’s First Christmas
Apparel Gifts and More
Here you can select cute personalized
rompers for baby’s first Christmas and cute rompers to wear during
the entire Christmas season and beyond. You will also find an
adorable Santa suit for both boys and girls.
Baby Jewelry Christmas Gifts
Jewelry Christmas gifts for babies are
usually bracelets. They can wear them until they outgrow them and
then they become treasured keepsakes. A gift of jewelry is perfect
even for babies.
Cute Baby Blanket Christmas Gifts that
Babies Will Love
Every baby needs a special blanket to
sleep with or cuddle with. Here you will find different styles and
different sizes. You’ll find little blankets styled with teddy
bears, lambs, sports balls and more.
Personalized Baby Apparel Makes Great
Baby Christmas Gifts
We love to give clothes to babies. But
when they are personalized or bare a clever message, we feel
especially good about what we’re giving. Here you’ll find some
really cute ideas.
Baby Keepsake Gifts For Christmas
A keepsake is something you keep that
is special to you. I like to give gifts I know will be around a long
time. I want to give something they will consider special—something
that will become a keepsake.
2009-11-30 | | |
|
Di beberapa daerah, seperti di Jepang, budaya Natal ini bahkan
sudah dirayakan sebagai acara besar tahunan, lebih dari sekedar perayaan hari
besar suatu agama.Pemerintah dan sekolah dan semua bidang usaha di Amerika dan dunia, termasuk
Indonesia meliburkan karyawannya. Kenapa sih Natal digede-gedein banget?
Menurut 1994 Encyclopedia Britannica Book of The Year, ada 1,8 umat Kristiani
dari total 5,5 milyar penduduk dunia. Nggak heran kalau dibilang agama
Kristen memiliki penganut yang terbanyak. Dan karena orang-orang Kristen
mengikut Yesus, maka kelahirannNya dianggap sebagai sesuatu yang sangat
penting.
Tukar
Kado
Banyak
orang saling menukar kado di hari Natal. Kebiasaan ini berkembang
berdasarkan kisah tiga orang Majus yang memberi hadiah kepada Yesus.
Kebiasaan ini berkembang sejak tahun 1800-an. Kebiasaan ini mungkin
dimulai di Eropa Utara dan Romawi Kuno sebagai bagian perayaan akhir tahun.
Pohon Natal
Pohon
Natal, yaitu pohon cemara yang disebut evergreen trees dipakai sebagai
lambang keabadian. Anggapan ini didasarkan karena hanya cemaralah yang
tetap hijau di musim salju dan malahan tumbuh semakin tinggi di musim dingin.
Keabadiannya itulah yang dipakai untuk menggambarkan keberadaan Yesus yang
abadi.
Mistletoe
Kenapa Mistletoe di gantung di depan pintu? Di Indonesia, budaya ini memang
tidak berkembang karena Mistletoe tidak tumbuh di Indonesia. Mistletoe
adalah tanaman sulur-suluran yang rimbun yang tetap hijau buahnya bulat-bulat
berwarna merah meskipun di musim dingin. Kebiasaan ini ada hubungannya
dengan Dewi Cinta bernama Frigga. Kebiasaan ini bernilai ‘romance’,
karena setiap orang yang berdiri di bawah Mistletoe boleh mencium orang yang
disukainya.
Lonceng
Dulu penyembahan berhala menggunakan lonceng untuk mengusir kekuatan jahat
yang semakin jahat pada saat matahari sirna dan bumi menjadi dingin.
Caranya adalah dengan membuat bunyi-bunyian lonceng untuk berbagai
acara. Jadi bukan lagi melulu mengusir setan. Sekarang gereja
membunyikan lonceng Natal untuk menyambut kehadiran dan menambah semangat
Natal.
Menghias Pohon Natal
Banyak
orang menikmati acara menghias pohon Natal. Pohon dihias dengan
berbagai ornamen bulat, lampu flip-flop, salju buatan dan berbagai hiasan
lainnya. Di Inggris, orang mulai menghias pohon dengan permen dan kue yang diikat
dengan pita pada tahun 1880. Kebiasaan ini berkembang, dimana Woolworth
menjadi orang pertama yang menjual dan membuat ornamen pohon Natal.
Pada abad ke-16, Martin Luther adalah orang pertama yang memasang lilin di
pohon natal. Dan lampu natal pertama muncul di tahun 1882, saat Martin
berjalan menuju rumahnya dan menyaksikan pohon natal dan bintang-bintang yang
bercahaya di langit. Ia menginginkan suasana itu ada dirumahnya.
Lalu ia memasang lilin di pohon natal. Pada tahun 1923 Calvin Coolidge
menjadi orang pertama yang secara resmi memasang pohon Natal di Gedung Putih,
Amerika. Dan sejak itulah budaya ini berkembang.
Kartu
Natal
Tradisi
kirim kartu natal dimulai di London 1843 dan di Amerika pada tahun
1846. Hingga kini, kurang lebih 2 trilyun kartu dikirimkan setiap tahun
di Amerika. Menghias pohon natal dan kebiasaan mengirim kartu natal
untuk relasi dan teman-teman. Banyak lagu-lagu natal terkenal, termasuk
‘Silent night’ dan ‘Hark! The Herald Angels Sing’ diciptakan di masa ini.
Lampu natal
Lilin
adalah salah satu sumber cahaya yang indah tetapi berbahaya perayaan Natal
kala itu, karena dapat mengakibatkan kebakaran. Lilin akan dinyalakan
kalau sudah disediakan ember berisi air sebagai bentuk kewaspadaan.
Hingga suatu saat di tahun 1895, Ralph E.Morris pekerja telpon di Inggris
mendapat ide dari lampu-lampu kecil dalam tombol-tombol angka di pesawat telepon.
Ia kemudian memasangnya di pohon Natal.
Christmas Eve
Perayaan
malam Natal atau Christmas Eve biasanya dilakukan dengan Misa tengah
malam. Perayaan ini juga mengingatkan akan Toko Macy yang tetap buka
dan berjualan hingga tengah malam menjelang Natal di tahun 1867.
Lagu
natal paling sering direkam
Mungkin
GF!ers gak tau siapa sih Bing Crosby, tapi suaranya pasti pernah GF!ers dengar,
minimal sekali. Dia itu penyanyi lagu asli White Christmas taun 1942. Lagu
White Christmas sampe sekarang udah direkam lebih dari 100 juta kali dalam
berbagai versi en oleh berbagai penyanyi.
Kartu natal paling mahal
Kartu
natal paling mahal adalah kartu natal yang laku dijual di pelelangan, di
Devizes, Inggris, tanggal 24 November 2004. Harga kartu natal buatan John
Calcott Horsley di taun 1843 itu laku terjual 20.000 pounds.
Lonceng natal terbesar
Lonceng
natal terbesar dibuat taun 2000, dari 4,854 botol kaca, oleh Sergio Rodriguez
Villarreal. Lonceng ini tingginya 5,5 m en punya diameter 85 m.
Pohon natal asli tertinggi
Pohon
fir (Pseudotsga menziesii) dikenal sebagai pohon natal asli tertinggi di dunia.
Tinggnya 67,36 m. Pohon natal ini dipajang di Northgate Shopping Center,
Seatle, Desember 1950.
Kaus kaki natal terbesar
Kalo
kaus kaki natalnya aja setinggi 10,77 m en lebarnya 5 m, kebayang sebanyak apa
hadiah yang bisa masuk. Kaus kaki natal terbesar di dunia ini dibuat sama J.
Terry Osborne dkk dari Virginia, September of 2004. Buat apa bikin kaus kaki
gede-gede amat? Ya itu tadi buat kasih hadiah sebanyak mungkin sama anak-anak
yang gak mampu.
Pohon natal terbesar
Pohon
natal terbesar di dunia ada di Rio de Janeiro, Brazil. Tingginya 82 m en
dihiasi sama 2,8 jutalampu warna warni.
Penyanyi lagu natal terbanyak
519
orang berkumpul di Manhattan's General Post Office, New York yang dingin buat
mecahin rekor penyanyi lagu natal terbanyak di dunia. Mereka menyanyi lagu
natal non stop selama 16 menit, 17 detik.
Kado natal terbesar
Bisa
tebak gak apa kado natal terbesar? Ternyata itu patung Liberty. Patung itu
dikasih sebagai kado natal dari pemerintah Perancis buat pemerintah Amerika
taun 1886.
Kue natal terbesar
Kue
natal terbesar di dunia panjangnya 181 kaki, 11 inchi en tingginya 11 kaki, 9
inchi. Dibuat di Australia en dipamerin di Sydney, Australia tanggal 16
Desember 1998.
Kambing natal terbesar
Tiap taun penduduk Gävle, Swedia bikin kambing natal dari sedotan yang
tingginya 13 m, panjangnya 7 m en beratnya 3 ton. Itu emang tradisi natal
mereka.
Toko natal terbesar
Bronner's
Christmas Wonderland di Frankenmuth, Michigan dinobatkan sebagai toko natal
terbesar di dunia. Gimana gak? Bayangin aja gedenya 5,5 kali lapangan
sepak bola en jual 50000 kado natal.
Buku natal paling laris
Pasti pada gak nyangka kalo Alkitab itu buku
tentang natal yang paling laris sedunia. Alkitab itu buku pertama yang
penjualannya udah nyampe 1 miliar kopi.
Powered by
GFRESH!
www.majalahKristen.com
|
http://roll.co.id/index.php/component/content/article/131-holiday-news/384-dj.html
2009-11-26 | |
Total 120 Articles
|
|
 |
| ARTICLE |
 | Arti Hadiah Pemberian Pria [2010-10-05]
Seringkali wanita
bertanya-tanya setelah diberi hadiah oleh pasangannya. Padahal, hadiah yang
diberikan oleh pria sebenarnya berdasarkan pertimbangan yang sangat simpel.
Oleh karena itu mereka kerap menjadi bingung, apa yang salah dengan hadiah yang
diberikannya?
|  | Arti Sebuah Hadiah [2010-09-24]
Hadiah dapat melakukan
apa yang tidak dapat dilakukan ucapan dan permintaan ma’af. Ia mampu
menghilangkan kabut hati, memadam kan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan
melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Ia dapat mendatangkan kecintaan dan
persahabatan setelah sekian lama tercerai-berai.
|  | Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]
GUCCI dan Christian Dior berniat untuk
menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri
tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini
mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun
langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia
ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang
menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk
domestik juga ikut dikenal secara global.
|  | Alami yang Disuka [2010-03-11]
Batik Madura mulai dilihat sebagai
potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam,
di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik
(UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab
banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT
Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin.
Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu
semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di
UPT tadi.
|  | Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]
Kain tenun dan hasil tekstil lainnya
adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis
di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun,
baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan
menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu
bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum
dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang
rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya
menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia
mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam
dan bernilai budaya tinggi.
| | [Lihat Semua]
|
|
| LINKS |
|
|
| RANDOM GALLERY |

SMALL FUNCTIONAL TRS-01
|
|