We would be happy to provide custom-made design to meet your corporate gift needs. Please contact our corporate gift advisor.



Seperti yang dilakukan penyanyi yang beranjak remaja, Tina Toon. “Bagi aku merayakan Imlek itu nomor satu, karena ini sudah menjadi tradisi keluarga yang tak bisa diabaikan,” katanya. “Karena belum punya pacar, jadi nggak valentinan,” kata Tina Toon.

Malah, bagi Tina perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda dan spesial, lantaran dia menerima tawaran menyanyi. “Tapi aku kumpul dulu bersama keluarga besar di rumah, setelah itu aku baru pergi show. Nah, aku terima tawaran karena show itu khusus acara Imlek,” jelasnya.

MAKAN-MAKAN

Seperti tahun-tahun sebelumnya, artis Olga Lidya mengaku selalu merayakan imlek bersama keluarga besarnya. “Biasanya saat Imlek, kami sekeluarga ke sebuah restoran. Di restoran itu kita makan-makan sekenyangnya. Makan di luar rumah itu sudah menjadi tradisi yang tak akan dilupakan,” akunya.

Sedangkan presenter yang juga bintang film, Sandra Dewi mengaku sudah siap-siap merayakan Imlek dan Valentine bersamaan. “Untuk Imlek, aku sudah siapkan baju tradisional China berwarna merah, berikut pohon angpau di rumah,” akuinya.

Penyanyi Agnes Monica juga tengah mempersiapkan perayaan Imlek dengan cara mendekorasi rumahnya dan menyediakan makanan dan minuman khas Imlek, seperti buah jeruk, dodol Imlek, pohon angpau dan lain sebagainya.

“Imlek yang bikin semangat dan munculnya rasa bahagia itu karena bisa berkumpul dengan keluarga besar, sebab keluargaku yang dari daerah akan datang ke Jakarta,” ucap Agnes Monica.

BEREBUT ANGPAU

olga_lidyaTradisi yang tak bisa ditinggalkan adalah bagi-bagi angpau. Olga Lidya yang kini jadi presenter Otomax di Trans7 mengaku, waktu kecil selalu keliling rumah saudara untuk mendapatkan angpau. “Sekarang berbeda. Tapi karena saya belum berkeluarga, saya nggak boleh bagi-bagi angpau,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan penyanyi dangdut, Lussy Purinta. Menurutnya, saat kecil dulu sangat terkesan dan sulit melupakan berebut angpau. “Biasanya, kita keliling ke saudara-saudara. Hasilnya, lumayan buat jajan atau beli mainan,” kata pemilik album Cucak Boyo ini.

DILARANG NYAPU

Penyanyi dan juga presenter, Fiona Yuan menjelaskan, ia dan keluarganya dilarang menyapu pada hari Imlek. Sebab jika hal itu dilakukan, maka rejeki yang akan dimiliki bakal hilang.

“Selain itu, bagi yang belum berkeluarga dilarang memberikan angpau karena itu akan menjauhkan jodoh,” kata pelantun lagu Tanyakan Saja Pada Bulan ini.

Gadis kelahiran JiangXi dan mantan pembaca berita Metro TV versi bahasa mandarin ini, mengaku senang setiap Tahun Baru Imlek datang. “Siangnya saya ke rumah saudara untuk mendapat angpau ha ha,”


2010-02-10


Untuk mengetahui cara membuat pewarna alam, Wirda Hanim sempat belajar ke Yogyakarta. Setelah kembali ke Padang, ia mengolah lagi dan tak bosan-bosannya melakukan eksperimen berulang kali dengan memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitarnya. Kerja keras serta upayanya itu tidak sia-sia. Pada 2006, ia mendapat Upakarti dari Presiden.

Sebelum terjun sebagai perajin batik, mulanya Wirda adalah perajin sulam dan bordir. Ceritanya suatu hari ia menghadiri acara pesta Di sana ia melihat ada seorang wanita tua mengenakan batik tanah liek yang sudah lusuh. Wirda ingin sekali agar batik lusuh itu dapat cerah seperti sedia kala. Tapi ia tidak tahu caranya. Rasa ingin tahunya mengenai batik semakin menggebu. Wirda jadi `jatuh hati` pada batik. Tak kepalang tanggung, ia belajar membatik di Yogyakarta. Karena ternyata tidak mudah, akhirnya ia memboyong pembatik asal Jawa Tengah itu ke Padang. Oleh Wirda sejumlah ibu rumah tangga di sekitar rumahnya dikumpulkan untuk belajar membatik. Akhirnya sampai kini mereka jadi pandai membatik. Para ibu rumah tangga inilah adalah bagian dari 50 perajin batik yang bekerja untuk Wirda. Selain mereka, Wirda mempekerjakan kaum pria untuk bagian pencelupan warna dan melorot..

Menurut Yanti, yang sehari-harinya dipercaya di bagian penjualan, Wirda Hanim satu-satunya perajin batik di Padang yang menggunakan pewarna alam. “Selain sudah pernah pameran di berbagai kota besar, Ibu pernah pameran di luar negeri, yang saya tahu sekali di Afrika.”jelas Yanti.

Batik Tanah Liek menurut sejarahnya berasal dari Cina yang dibawa oleh pedagang Cina. Karena indahnya wanita Minang memanfaatkan batik ini untuk selendang. Harganya tergolong mahal Sehingga hanya digunakan pada acara-acara tertentu saja. Pada acara itu pun hanya dipakai oleh ninik mamak dan bundo kanduang, atau panutan adat. Selendang ini selalu dipertahankan oleh orang Minang sebagai kerajinan peninggalan nenek moyang.

http://id.indonesian-craft.com/article/49/tahun/2008/bulan/10/tanggal/21/id/598/


2010-02-09


Sebagaimana terekam dalam agenda kegiatan sekretariat, organisasi yang lahir pasca krisis ’98 ini padat dengan kegiatan misalnya menyusun berbagai program untuk persiapan FGDexpo2009 yang akan melibatkan berbagai pihak. Seperti diketahui pada penyelenggaraan expo sebelumnya, supporting event dan kegiatan activation dalam pameran menjadikan pameran ini lain dari yang lain, sehingga perlu persiapan matang jauh-jauh hari sebelumnya.

Maka tak heran kalau jarang atau belum terlihat diluar karena FGDforum sedang sibuk berbenah didalam dan mempersiapkan “pertempuran” di ajang FGDexpo2009. Meskipun sebenarnya kegiatan keluar tetap dilakukan, hanya saja intensitasnya akan meningkat jelang expo dimulai dari roadshow to campus dan forum B to B.

Reboan adalah salah satu rutinitas FGDforum-Dyandra, selain jadi ajang diskusi perkembangan grafika terkini, juga merupakan forum laporan aneka kegiatan masing-masing personal dan divisi dalam kepengurusannya di FGDexpo.

Kegiatan lain tak kalah menarik dari organisasi ini adalah mapping industri kreatif yang terus diaupdate sehingga punya kontribusi nyata dalam perannya membantu pemerintah dalam akurasi data dan pemetaan industri. Hasilnya? Kini kreatif dengan 14 sub-sektor diakui dan menjadi industri yang diandalkan.

Magno, brand radio buatan Singgih yang dibuat menggunakan material kayu dan didesain sedemikian rupa, adalah salah satu hasil aktifitas “provokasi” FGDforum. Guntur Santoso, sebagai pembeli pertama Magno bersama Irvan Noe’man membawa hasil kreatifitas local genius asal Temanggung ini pada dua peristiwa penting. Pertama di hadapan Menteri Perdagangan Marie Pangestu yang kemudian menjadi lebih tersadar akan pentingnya perhatian pemerintah terhadap industri kreatif. Kedua adalah membawa Magno memenangi sebuah kompetisi di Hongkong mengalahkan i-phone.

Momen 10 tahun kiprah FGDforum, memang tak semeriah layaknya sebuah selebrasi. Namun peran semakin mendalam pada pengembangan pendidikan kegrafikaan lebih kaya makna.

Dua bulan pasca peringatan 10 tahun kiprah FGDforum dikancah industri grafika, ditandai pula dengan peristiwa penting. Yakni pada meeting tahunan yang digelar dikawasan Sentul City. Dalam meeting tahunan ini, dibagi dalam 2 sesi yakni untuk evaluasi dan perencanaan strategis FGDexpo, serta sesi evaluasi dan perencanaan strategis FGDforum.

http://fgdexpo.blogspot.com/2009/02/10-tahun-kiprah-fgdforum.html


2010-02-05


Tiga kotak kayu itu dibentuk menyerupai radio kuno dua band. Warnanya coklat muda dan coklat tua lengkap dengan tombol volume dan tombol tuning, serta antena. Bahkan tak hanya mirip, kotak itu memang benar-benar radio. Tentu dengan segala fungsinya. Kotak itu adalah Magno Personal Radio karya Singgih Susilo Kartono asal Temanggung yang mendapat nominasi Desain Museum, Design of the Year 2009 di London.

Radio Magno itu memang sudah diproduksi massal, hanya saja dalam produksinya Singgih menggunakan bahan dari kayu Pinus dan Sonokeling. Kali ini, tiga radio itu oleh Singgih dibuat dari kombinasi kayu Lamtoro, Sonokeling, kayu Kopi, dan Jati. Tak hanya si magno, tepat di belakangnya ada miniatur Kapal Cheng Ho karya seniman gaek Amrus Natasya, atau patung perunggu gendut yang jadi ciri khas perupa Putu Adi Gunawan.

Tak hanya patung, lukisan pun bertebaran di dinding. Ada karya Jopram, Palguna, Heri Kris, Utomo, tehnik pensilnya Rosid, Wahyu Gunawan, warna-warna cerah lukisan Bali karya Gung Man dan Gung Anom. Tak hanya karya perupa muda, karya perupa seniorpun tak ketinggalan, selain Amrus Nasirun, Sulistyo Hadinagoro, Arifin Neif, Tisna Sanjaya, ada pula Tresna Suryawan, Stefan Buana, Ipe Ma’roef, Amri Yahya, Koempoel Sujatno, Nyoman Gunarsa, dan Rivani Z.

Barang-barang seni itu dipamerkan bersaing dengan barang fesyen pabrikan. Kok bisa? Tentu, karena pameran yang diakhiri dengan lelang itu digelar di pusat perbelanjaan, di gerai Harvey Nichols Indonesia Mal Plaza Indonesia. Ya, mungkin inilah apresiasi seni kosmopolitan ala pencinta fesyen. Itu ceruk dan peluang pasar yang kemudian ditangkap oleh Amir Sidharta, pemilik Sidarta Auctioneer.

Perluas Pasar

Sejak booming harga lukisan beberapa tahun terakhir, kemudian terpuruk akibat krisis, pasar senirupa berada di persimpangan. Pasar jenuh. Tak hanya karya-karya yang dihasilkan, tapi penikmatnya juga. Orangnya itu-itu saja. Sebelum krisis 2008 lukisan atau karya seni rupa lainnya mulai menjadi hal yang bisa dinikmati. Salah satunya, tentu karena nilai investasinya. Sayang, ketika krisis menghantam, imbasnya juga langsung terasa. Harga lukisan ikut-ikutan rontok dan pasarnya menciut.

Menurut Amir Sidartha, dalam enam bulan terakhir ini pasar senirupa berada dalam posisi serba sulit. Hitungannya sederhana, banyak orang yang mulai berminat pada karya senirupa dan tahu mengkoleksi karya seni rupa itu kesenangan yang seru dan menarik. Tapi orang-orang inilah yang dalam dua tahun terakhir ragu-ragu membeli lukisan karena harga yang terus naik .

“Saya bayangkan orang melihat karya senirupa, lalu dia mulai tertarik. Tapi sayang, ketika dia mau membeli lukisan itu, harganya naik. Datang lagi bulan depannya, sudah naik lagi” cerita Amir. Lukisan itu akhirnya tetap tak terbeli. Tentu pendapat Amir bukannya tak beralasan, meroketnya harga lukisan beberapa tahun terakhir membuat harga lukisan telah melampaui harga wajarnya. Begitu krisis datang, orang menahan diri membeli. Harga lukisan terkoreksi secara alami. “Nah, sekaranglah saatnya,” kata Amir.

Selain tetap berharap pada penikmat seni yang sudah mapan, dengan menempatkan pameran dan lelang di pusat perbelanjaan, menurut Amir, sebagai kiat untuk memperluas pasar seni rupa. Prinsipnya simpel, sambil tetap bisa berbelanja barang-barang fesyen, mereka juga bisa melihat karya seni yang bermutu.

“Berbeda dengan orang yang datang ke galeri, mereka itu benar-benar berniat melihat karya seni. Di sini tidak, mereka sambil belanja bisa melihat karya itu, kalau suka dan ingin memiliki karya seni itu dia bisa ikut lelang pada hari Minggu-nya” terang Amir.

Dengan menempatkan pameran di Grand Indonesia, pasar yang coba disasar Amir jelas. Mereka yang berpenghasilan oke, dan mulai menikmati seni sebagai kesenangan. Dan tak daya belinya cukup. Harga? Tentu tak soal, “Mereka biasa beli sepatu puluhan juta, untuk karya seni bermutu saya yakin mereka tak berat,” jelas Amir.

http://persinggahan.wordpress.com/2009/03/15/sepatu-atau-lukisan/


2010-02-05


Kali ini Danar Hadi menggandeng perancang Tri Handoko yang berkreasi dan menciptakan 3 jenis koleksi tenun dan batik. Pemilihan tenun dan batik ini karena tenun merupakan salah satu jenis kebudayaan bangsa Indonesia yang tersebar dan memiliki ciri khas tersendiri pada masing-masing coraknya.

Adapun ketiga jenis koleksi yang diusung Danar Hadi adalah:

Koleksi Pertama, Sutera Hitam Putih. Koleksi ini mengambil tema besar modern simpel. Terdiri dari kaus lengan panjang, mini dress, celana panjang dan celana pendek berwarna hitam.

Sementara untuk atasan, bermain dengan corak hitam, dipermanis semacam scarf yang menyatu dengan atasan. Agar membuat koleksi ini tak terlalu terlihat membosankan, cocok terlihat dengan sepatu merah manyala, rambut sleek, dan riasan yang menitikberatkan pada bibir.

Koleksi kedua, adalah sogan bledak dengan bahan katun organdi. Bisa dibilang koleksi ini adalah semacam ‘tabrak-lari’ yang chic karena merupakan pencampuran motif, warna, juga permainan jenis bahan. Warna terang jaket tenun pink dipadu kaus kuning, dipadankan dengan celana oranye menyala, plus sepatu merah menyala memberikan kesan ‘segar’.

Lain lagi dengan mini dress tenunan yang tampil chic dengan ikatan di depan, terlihat nyaman. Koleksi lainnya menampilkan atasan siluet A longgar tenunan berwarna pink dan rok berwarna hijau neon, dipadankan dengan sepatu hak tinggi merah.

Koleksi ketiga adalah koleksi tenun Palembang dan tenun sutera Makassar yang banyak bermain dengan detil draperi, lipit, pita, dan kerutan. Warna-warna kecokelatan dan motif batik terlihat di sini.

Masih dengan koleksi yang modern dan simpel, Tri Handoko membuat garis rancang atasan ikat depan dipadu celana kulot ataupun skinny pants. Di koleksi ini busana atasannya cukup menarik untuk dimiliki karena koleksinya nyaman dan gaya untuk Anda yang berjiwa muda.

Koleksi Nusantara Heritage dapat ditemui di seluruh Rumah Batik Danar Hadi selama periode April, Mei, dan Juni 2009.

http://female.kompas.com/read/xml/2009/04/17/10463610/Inilah.Koleksi.Terbaru.Batik.Danar.Hadi


2010-02-04

Total 120 Articles
ARTICLE
Arti Hadiah Pemberian Pria [2010-10-05]

Seringkali wanita bertanya-tanya setelah diberi hadiah oleh pasangannya. Padahal, hadiah yang diberikan oleh pria sebenarnya berdasarkan pertimbangan yang sangat simpel. Oleh karena itu mereka kerap menjadi bingung, apa yang salah dengan hadiah yang diberikannya?

Arti Sebuah Hadiah [2010-09-24]

Hadiah dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan ucapan dan permintaan ma’af. Ia mampu menghilangkan kabut hati, memadam kan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Ia dapat mendatangkan kecintaan dan persahabatan setelah sekian lama tercerai-berai.


Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]

GUCCI dan Christian Dior berniat untuk menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk domestik juga ikut dikenal secara global.


Alami yang Disuka [2010-03-11]

Batik Madura mulai dilihat sebagai potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam, di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik (UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin. Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di UPT tadi.

Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]

Kain tenun dan hasil tekstil lainnya adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun, baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam dan bernilai budaya tinggi.

[View All]
LINKS
Leoniko
Nusansifor
RANDOM GALLERY


ERVAN HANDS ON




HOME | ABOUT US | SERVICES | GALLERY | ARTICLE | HOW TO BUY | COORPORATE GIFT ADVISOR | CONTACT US

© Copyright 2007 IDEGIFT.COM Designed by Leoniko