Sebagaimana terekam dalam agenda
kegiatan sekretariat, organisasi yang lahir pasca krisis ’98 ini
padat dengan kegiatan misalnya menyusun berbagai program untuk
persiapan FGDexpo2009 yang akan melibatkan berbagai pihak. Seperti
diketahui pada penyelenggaraan expo sebelumnya, supporting event dan
kegiatan activation dalam pameran menjadikan pameran ini lain dari
yang lain, sehingga perlu persiapan matang jauh-jauh hari sebelumnya.
Maka tak heran kalau jarang atau belum
terlihat diluar karena FGDforum sedang sibuk berbenah didalam dan
mempersiapkan “pertempuran” di ajang FGDexpo2009. Meskipun
sebenarnya kegiatan keluar tetap dilakukan, hanya saja intensitasnya
akan meningkat jelang expo dimulai dari roadshow to campus dan forum
B to B.
Reboan adalah salah satu rutinitas
FGDforum-Dyandra, selain jadi ajang diskusi perkembangan grafika
terkini, juga merupakan forum laporan aneka kegiatan masing-masing
personal dan divisi dalam kepengurusannya di FGDexpo.
Kegiatan lain tak kalah menarik dari
organisasi ini adalah mapping industri kreatif yang terus diaupdate
sehingga punya kontribusi nyata dalam perannya membantu pemerintah
dalam akurasi data dan pemetaan industri. Hasilnya? Kini kreatif
dengan 14 sub-sektor diakui dan menjadi industri yang diandalkan.
Magno, brand radio buatan Singgih yang
dibuat menggunakan material kayu dan didesain sedemikian rupa, adalah
salah satu hasil aktifitas “provokasi” FGDforum. Guntur Santoso,
sebagai pembeli pertama Magno bersama Irvan Noe’man membawa hasil
kreatifitas local genius asal Temanggung ini pada dua peristiwa
penting. Pertama di hadapan Menteri Perdagangan Marie Pangestu yang
kemudian menjadi lebih tersadar akan pentingnya perhatian pemerintah
terhadap industri kreatif. Kedua adalah membawa Magno memenangi
sebuah kompetisi di Hongkong mengalahkan i-phone.
Momen 10 tahun kiprah FGDforum, memang
tak semeriah layaknya sebuah selebrasi. Namun peran semakin mendalam
pada pengembangan pendidikan kegrafikaan lebih kaya makna.
Dua bulan pasca peringatan 10 tahun
kiprah FGDforum dikancah industri grafika, ditandai pula dengan
peristiwa penting. Yakni pada meeting tahunan yang digelar dikawasan
Sentul City. Dalam meeting tahunan ini, dibagi dalam 2 sesi yakni
untuk evaluasi dan perencanaan strategis FGDexpo, serta sesi evaluasi
dan perencanaan strategis FGDforum.
http://fgdexpo.blogspot.com/2009/02/10-tahun-kiprah-fgdforum.html
2010-02-05 | | |
Tiga kotak kayu itu dibentuk menyerupai
radio kuno dua band. Warnanya coklat muda dan coklat tua lengkap
dengan tombol volume dan tombol tuning, serta antena. Bahkan tak
hanya mirip, kotak itu memang benar-benar radio. Tentu dengan segala
fungsinya. Kotak itu adalah Magno Personal Radio karya Singgih Susilo
Kartono asal Temanggung yang mendapat nominasi Desain Museum, Design
of the Year 2009 di London.
Radio Magno itu memang sudah diproduksi
massal, hanya saja dalam produksinya Singgih menggunakan bahan dari
kayu Pinus dan Sonokeling. Kali ini, tiga radio itu oleh Singgih
dibuat dari kombinasi kayu Lamtoro, Sonokeling, kayu Kopi, dan Jati.
Tak hanya si magno, tepat di belakangnya ada miniatur Kapal Cheng Ho
karya seniman gaek Amrus Natasya, atau patung perunggu gendut yang
jadi ciri khas perupa Putu Adi Gunawan.
Tak hanya patung, lukisan pun
bertebaran di dinding. Ada karya Jopram, Palguna, Heri Kris, Utomo,
tehnik pensilnya Rosid, Wahyu Gunawan, warna-warna cerah lukisan Bali
karya Gung Man dan Gung Anom. Tak hanya karya perupa muda, karya
perupa seniorpun tak ketinggalan, selain Amrus Nasirun, Sulistyo
Hadinagoro, Arifin Neif, Tisna Sanjaya, ada pula Tresna Suryawan,
Stefan Buana, Ipe Ma’roef, Amri Yahya, Koempoel Sujatno, Nyoman
Gunarsa, dan Rivani Z.
Barang-barang seni itu dipamerkan
bersaing dengan barang fesyen pabrikan. Kok bisa? Tentu, karena
pameran yang diakhiri dengan lelang itu digelar di pusat
perbelanjaan, di gerai Harvey Nichols Indonesia Mal Plaza Indonesia.
Ya, mungkin inilah apresiasi seni kosmopolitan ala pencinta fesyen.
Itu ceruk dan peluang pasar yang kemudian ditangkap oleh Amir
Sidharta, pemilik Sidarta Auctioneer.
Perluas Pasar
Sejak booming harga lukisan beberapa
tahun terakhir, kemudian terpuruk akibat krisis, pasar senirupa
berada di persimpangan. Pasar jenuh. Tak hanya karya-karya yang
dihasilkan, tapi penikmatnya juga. Orangnya itu-itu saja. Sebelum
krisis 2008 lukisan atau karya seni rupa lainnya mulai menjadi hal
yang bisa dinikmati. Salah satunya, tentu karena nilai investasinya.
Sayang, ketika krisis menghantam, imbasnya juga langsung terasa.
Harga lukisan ikut-ikutan rontok dan pasarnya menciut.
Menurut Amir Sidartha, dalam enam bulan
terakhir ini pasar senirupa berada dalam posisi serba sulit.
Hitungannya sederhana, banyak orang yang mulai berminat pada karya
senirupa dan tahu mengkoleksi karya seni rupa itu kesenangan yang
seru dan menarik. Tapi orang-orang inilah yang dalam dua tahun
terakhir ragu-ragu membeli lukisan karena harga yang terus naik .
“Saya bayangkan orang melihat karya
senirupa, lalu dia mulai tertarik. Tapi sayang, ketika dia mau
membeli lukisan itu, harganya naik. Datang lagi bulan depannya, sudah
naik lagi” cerita Amir. Lukisan itu akhirnya tetap tak terbeli.
Tentu pendapat Amir bukannya tak beralasan, meroketnya harga lukisan
beberapa tahun terakhir membuat harga lukisan telah melampaui harga
wajarnya. Begitu krisis datang, orang menahan diri membeli. Harga
lukisan terkoreksi secara alami. “Nah, sekaranglah saatnya,” kata
Amir.
Selain tetap berharap pada penikmat
seni yang sudah mapan, dengan menempatkan pameran dan lelang di pusat
perbelanjaan, menurut Amir, sebagai kiat untuk memperluas pasar seni
rupa. Prinsipnya simpel, sambil tetap bisa berbelanja barang-barang
fesyen, mereka juga bisa melihat karya seni yang bermutu.
“Berbeda dengan orang yang datang ke
galeri, mereka itu benar-benar berniat melihat karya seni. Di sini
tidak, mereka sambil belanja bisa melihat karya itu, kalau suka dan
ingin memiliki karya seni itu dia bisa ikut lelang pada hari
Minggu-nya” terang Amir.
Dengan menempatkan pameran di Grand
Indonesia, pasar yang coba disasar Amir jelas. Mereka yang
berpenghasilan oke, dan mulai menikmati seni sebagai kesenangan. Dan
tak daya belinya cukup. Harga? Tentu tak soal, “Mereka biasa beli
sepatu puluhan juta, untuk karya seni bermutu saya yakin mereka tak
berat,” jelas Amir.
http://persinggahan.wordpress.com/2009/03/15/sepatu-atau-lukisan/
2010-02-05 | | |
Kali ini Danar Hadi menggandeng
perancang Tri Handoko yang berkreasi dan menciptakan 3 jenis koleksi
tenun dan batik. Pemilihan tenun dan batik ini karena tenun merupakan
salah satu jenis kebudayaan bangsa Indonesia yang tersebar dan
memiliki ciri khas tersendiri pada masing-masing coraknya.
Adapun ketiga jenis koleksi yang
diusung Danar Hadi adalah:
Koleksi Pertama, Sutera Hitam Putih.
Koleksi ini mengambil tema besar modern simpel. Terdiri dari kaus
lengan panjang, mini dress, celana panjang dan celana pendek berwarna
hitam.
Sementara untuk atasan, bermain dengan
corak hitam, dipermanis semacam scarf yang menyatu dengan atasan.
Agar membuat koleksi ini tak terlalu terlihat membosankan, cocok
terlihat dengan sepatu merah manyala, rambut sleek, dan riasan yang
menitikberatkan pada bibir.
Koleksi kedua, adalah sogan bledak
dengan bahan katun organdi. Bisa dibilang koleksi ini adalah semacam
‘tabrak-lari’ yang chic karena merupakan pencampuran motif,
warna, juga permainan jenis bahan. Warna terang jaket tenun pink
dipadu kaus kuning, dipadankan dengan celana oranye menyala, plus
sepatu merah menyala memberikan kesan ‘segar’.
Lain lagi dengan mini dress tenunan
yang tampil chic dengan ikatan di depan, terlihat nyaman. Koleksi
lainnya menampilkan atasan siluet A longgar tenunan berwarna pink dan
rok berwarna hijau neon, dipadankan dengan sepatu hak tinggi merah.
Koleksi ketiga adalah koleksi tenun
Palembang dan tenun sutera Makassar yang banyak bermain dengan detil
draperi, lipit, pita, dan kerutan. Warna-warna kecokelatan dan motif
batik terlihat di sini.
Masih dengan koleksi yang modern dan
simpel, Tri Handoko membuat garis rancang atasan ikat depan dipadu
celana kulot ataupun skinny pants. Di koleksi ini busana atasannya
cukup menarik untuk dimiliki karena koleksinya nyaman dan gaya untuk
Anda yang berjiwa muda.
Koleksi Nusantara Heritage dapat
ditemui di seluruh Rumah Batik Danar Hadi selama periode April, Mei,
dan Juni 2009.
http://female.kompas.com/read/xml/2009/04/17/10463610/Inilah.Koleksi.Terbaru.Batik.Danar.Hadi
2010-02-04 | | |
Wah tempatnya sungguh nyaman, tempat
parkir cukup mudah, mungkin karena waktu itu bukan musim liburan ya,
(psst.. tukang parkirnya juga sangat ramah lho). Bangunan Mirota
Batik Kaliurang ini sangat bernuansa etnik dan ingatan saya langsung
melayang ke Joger, sebuah toko souvenir & kaos di Bali. Di
halaman depan terdapat beberapa pancuran air yang menyejukkan, kursi2
pun tersedia untuk para pengunjung melepas lelah. Para pramuniaga
berpakaian tradisional Jawa, dan semuanya terlihat cekatan dan ramah.
Di setiap sudut ruangan akan tercium bau kembang setaman dan dupa
sebagai aroma terapi yang membuat suasana semakin unik.
Mirota Batik Kaliurang ini terbagi
menjadi dua bangunan utama, yang di sebelah depan dan di sebelah
belakang yang dipisahkan oleh sedikit ruang terbuka (wah benar2 mirip
Joger). Di sini tersedia aneka batik dan juga kaos Dagadu. Yang di
bangunan belakang terdapat lantai bawah (basement) yang menjual aneka
souvenir & pajangan. Toilet tersedia dengan kondisi bersih dan
gratiss.. [Mestinya tempat2 pariwisata wajib menyediakan fasilitas
toilet secara gratis ya]. Wah bakalan betah deh belanja disini.
Barangnya unik2 dan harganya terjangkau loh, tapi ada yang bilang
harga antara di Mirota Batik Kaliurang dengan yang di Malioboro
berbeda lho, kalau yg di Malioboro agak lebih tinggi harganya.. tapi
ini baru ‘katanya’ lho…
Oh ya sambil melakukan pembayaran di
kasir (yang juga menerima transaksi dengan kartu kredit), jangan lupa
untuk mengambil peta wisata Jogja yang sangat berguna bagi para
pelancong. Jadi apakah Anda ingin membeli oleh2 atau barang kerajinan
tanpa repot menawar ? Silahkan mampir ke Mirota Batik.
http://www.jalanjajanhemat.com/2009/03/mirota-batik-kaliurang-jogjakarta/
2010-02-04 | | |
Namun sayangnya keinginan ini tidak
didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka
tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat
Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan
sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak
menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu
Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu
menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St.
Valentine menolak untuk melaksanakannya.
St. Valentine tetap melaksanakan
tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah
jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh
kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris
dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya
diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap
basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil
melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan
ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.
Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi
banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan
pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang
percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri.
Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak
jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali
semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan
hal yang benar alias benul eh betul.
Pada hari saat ia dipenggal alias
dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa,
St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis
putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari
Valentinemu.
Pesan itulah yang kemudian mengubah
segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan
dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang
merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta,
sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha
mengenyahkan cinta.
http://www.asal-usul.com/2009/02/hari-valentine-dalam-tinjauan-sejara.html
2010-02-03 | |
Total 118 Articles
|
|
 |
| ARTICLE |
 | Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]
GUCCI dan Christian Dior berniat untuk
menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri
tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini
mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun
langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia
ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang
menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk
domestik juga ikut dikenal secara global.
|  | Alami yang Disuka [2010-03-11]
Batik Madura mulai dilihat sebagai
potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam,
di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik
(UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab
banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT
Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin.
Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu
semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di
UPT tadi.
|  | Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]
Kain tenun dan hasil tekstil lainnya
adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis
di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun,
baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan
menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu
bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum
dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang
rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya
menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia
mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam
dan bernilai budaya tinggi.
|  | Negeri Sejuta Motif Batik [2010-02-23]
Ada sesuatu yang sangat fenomenal dalam
sejarah Pekalongan empat tahun terakhir ini, yakni berdirinya Museum
Batik. Keberadaannya mampu menjadikan titik tolak kebangkitan Kota
Pekalongan. Karena keberadaan Museum tidak hanya sekedar untuk
menyimpan berbagai benda-benda bersejarah saja. Namun dari museum
mampu dirunut sebuah perjalanan kehidupan serta budaya masa lalu.
Dari sini kita bisa melihat sekaligus belajar mengerti tentang tapak
sejarah batik tidak hanya skala lokal setetapi batik secara nasional.
|  | Batik Mega Mendung [2010-02-23]
ampir di seluruh wilayah Jawa memiliki
kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang
lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan
seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota
lainnya.
| | [View All]
|
|
| LINKS |
|
|
| RANDOM GALLERY |

ERVAN HANDS ON
|
|