Hari raya ini sekarang terutama
diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran
notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern
Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar
sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi
penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan
secara massal. Untuk pemberian, di zaman sekarang umumnya memberikan
kue coklat (chocolates valentine / valentine coklat)The Greeting Card
Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh
dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal
ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah
Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini
juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85%
dari semua kartu valentine. Umumnya juga memberikan hadiah kue coklat
yaitu chocolates valentine atau valentine coklat
Di Amerika Serikat mulai pada paruh
kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk
pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita.
Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun
1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai
sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan. Sebuah kencan pada hari
Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan
terlibat dalam sebuah relasi serius.
Sebenarnya valentine itu Merupakan hari
Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine
merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti
selain valentine tidak merasakan cinta. Di Amerika Serikat hari raya
ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy
Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita
mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita
kepada teman wanitanya.Nah dalam memberikan hadiah coklat, isi coklat
tersebut seperti alcohol chocolate dan liquer chocolate.
http://domba-bunting.blogspot.com/2009/02/sekilas-tentang-hari-valentine.html
2010-01-26 | | |
Hari raya ini sekarang terutama
diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran
notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern
Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar
sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi
penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan
secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan
AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu
valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini
merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu
ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa
para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu
valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh
kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk
pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita.
Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun
1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai
sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine
seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam
sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari
Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine
merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti
selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu
diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy
Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita
mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita
kepada teman wanitanya. Sementara sebagian orang menganggap hari
Valentine sebagai momen yang paling sulit, penuh tekanan sekaligus
dangkal karena semakin panjang periode sebuah hubungan cinta, semakin
besar tekanan yang pasangan itu alami karena menipisnya ide-ide
orisinal.
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine
2010-01-26 | | |
Kecamatan Tanjung Bumi, yang berjarak
sekitar 50 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bangkalan, Madura,
adalah salah satu sentranya. Nama Tanjung Bumi menjadi sangat identik
dengan Batik Madura. Motif dan warna yang tertuang pada kain
merefleksikan karakter masyarakat lokal.
Ciri khas batik pesisir dengan
warna-warna berani dan corak bebas, begitu kentara. Hingga sekarang
produksi batik yang masih menganut cara-cara tradisional itu masih
berlanjut. Kabarnya, kegiatan yang kini menjadi UKM andalan dari
Kabupaten Bangkalan itu, sudah berkembang sejak ratusan tahun silam.
Kebiasaan masyarakat di Tanjung Bumi
dalam membatik ternyata cukup unik. Walau dari membatik mereka cukup
merasakan hasilnya secara ekonomis, namun mereka tidak benar-benar
ingin menggantungkan mata pencahariaannya dari kerajinan batik.
”Membatik tetap sebagai karya sambilan di samping rutinitas
kegiatan keseharian mereka,” ungkap N. Wati As, perajin yang kini
berkembang menjadi pengusaha Batik Madura. Penduduk setempat masih
banyak yang hidup dari bercocok tanam dan berdagang di pasar,
disamping mengurus rumah tangganya.
”Hal ini pula yang menjadikan
produksi batik ini tidak bisa dijadwalkan secara tepat,” sergah
wanita 51 tahun ini lagi. Membuat sehelai kain batik, paling cepat
dikerjakan dalam tempo dua minggu, namun demikian jangan heran bila
ada batik yang baru selesai setelah setahun dikerjakan. ”Para
pembatik itu juga tidak mau dipaksa, walau karena alasan permintaan
pasar sekalipun. Apalagi mereka diminta untuk bekerja di suatu tempat
khusus, layaknya sentra kerajinan kebanyakan. Para perajin itu lebih
suka mengerjakannya di rumah masing-masing dengan peralatan khas yang
sangat tradisional,” paparnya pada Mossaik ketika ditemui di
kediamannya.
Pembatik adalah manusia biasa, ada
batas kemampuan dan kekuatan. Mungkin ini pula yang menjadi alasan
kenapa prosesnya menjadi begitu lama. ”Satu atau dua jam membatik
biasanya mulai lelah, ini berpengaruh pada hasil goresannya. Mereka
akan berhenti, melanjutkannya lagi setelah fisik dan hati mereka
segar kembali,” papar Wati diiringi senyum. Walau produksi kini
mulai massal, namun prosesnya tetap tradisional. Ini pula yang
menjadi nilai tambah dari batik-batik Tanjung Bumi. Menjadi lebih
disukai, terutama oleh turis asing.
Mereka lebih banyak mengerjakan di
rumah masing-masing, dari jasanya itu mereka bisa mendapat ongkos.
Diantaranya berdasar cepat-tidaknya atau seberapa banyak yang bisa
dikerjakan. Mulai dua puluh ribu rupiah, hingga (total) mencapai Rp
500 ribu rupiah. Kebanyakan di sana, tidak semua orang bisa melakukan
semua proses dari bahan baku hingga jadi kain batik yang siap jual.
Proses dalam pembuatan batik, menurut
penuturan Wati, meliputi beberapa tahap. Pertama kain Mori putih yang
hendak digunakan akan direndam dalam air bercampur minyak dempel
(istilah orang setempat, red) dan abu sisa pembakaran kayu dari
tungku. Proses perendaman ini dilakukan selama satu hingga dua
minggu. Setelah direndam kemudian dicuci. Menurutnya, hal ini untuk
menghilangkan zat yang melekat pada kain bawaan dari pabrik.
Setelah kering, kain tersebut akan
masuk ke proses dikanji. Bahan yang digunakan untuk pengkanjian ini
adalah sagu dari Ubi Kayu. Kenapa tidak menggunakan bahan tepung
kanji yang banyak dijual di pasar? Konon, bahan itu lebih menyerap ke
dalam serat kain, sementara tepung kanji biasa kurang. Setelah
selesai tahap ini, mulai digambar. Berturut-turut tahap berikutnya
adalah diisen, dikurik, dan atau ditembok. Fase ini merupakan
pemasangan malam pada kain sebelum kemudian diwarnai.
Proses selanjutnya adalah pewarnaan,
yang bisa berlangsung hingga dua kali. Setelah pewarnaan, kain batik
tersebut dilorot. Proses ini merupakan usaha untuk menghilangkan
malam yang melekat pada kain, yaitu dengan memasukan kain ke dalam
air mendidih. Terakhir, adalah menjemur di tengah terik sinar
matahari.
Mengimbangi semakin bagusnya animo
pasar terhadap batik tradisional Madura ini, kenyataan baik sekarang
para pembatik di sana mulai bertambah, sekitar 90 persen penduduk
setempat membatik. Banyak anak gadis yang putus sekolah kini nyambi
membatik. Jangan heran kalau di daerah tersebut anak usia kelas satu
sekolah dasar sudah bisa membatik. ”Biasanya mereka meminta bahan
bakunya lalu mereka kerjakan di rumahnya. Lumayan sekedar menambah
uang saku mereka,” ungkap Wati lagi. Biasanya wati tidak memberikan
target harus selesai kapan untuk selembar batik dengan panjang antara
dua hingga tiga meter itu.
Wati sendiri mengaku, mulai menekuni
batik sejak tahun 1978. Ini adalah usaha yang dimulainya sendiri. Ibu
dua anak yang sebenarnya lahir di tanah Sumatera itu terinspirasi
dari usaha jualan kain mertuanya kala itu. Hari demi hari, waktunya
dia habiskan untuk melihat, sembari belajar, orang-orang kampung
membatik.
http://pusakanesia.blogspot.com/2007/07/batik-madura.html
2010-01-25 | | |
MESKI secara geografi, antara Ciamis,
Tasikmalaya dan Garut merupakan daerah yang berdekatan dan menjadi
bagian yang tak terpisahkan dari keindahan Tatar Priangan, dalam
tradisi kerajinan batik, ketiga distrik tersebut memiliki karakter
dan corak batik yang berbeda.
Batik Garut yang dalam kamus perbatikan
lebih populer disebut batik garutan lebih menonjolkan penggunaan
warga krem dengan motif lereng (rengreng). Sedangkan tradisi batik
Tasikmalaya lebih natural dengan pilihan warna dominan merah bata dan
motif burung serta kupu-kupu menjadi pilihan.
Cita rasa batik Ciamis lebih sederhana
dari batik garutan dan tasikan. Warna hitam dan putih begitu menonjol
dengan paduan hitam dan coklat (saga). Pilihan motif daun dan parang
rusak menjadi pilihan utama.
Ada yang menyebutnya batik ciamisan ini
sebagai batik sarian dengan corak tidak terlalu ramai, simpel, namun
elegan.
Batik ciamisan yang tampil sederhana
tapi penuh wibawa tersebut sejalan dengan kiblat tradisi batik tulis
di Ciamis lebih mengadopsi tradisi batik Yogkarta. Latar belakang
sejarah kebesaran Kerajaan Galuh dan Keraton Yogja menjadi pemadu
tradisi kedua daerah yang berjauhan ini.
Makanya jangan heran kalau batik tulis
ciamisan lebih berkesan menak dengan dua motif utama yakni motif
rereng eneng untuk bahan dasar baju dan motif rereng seno yang biasa
digunakan untuk samping atau kain.
Memasuki zaman kiwari, tradisi batik
tulis dari ketiga daerah tersebut kini nyaris tinggal nama. Kebesaran
batik ciamis, batik garutan maupun batik tasikan sudah tenggelam
dalam kemajuan zaman, terpuruk oleh kemajuan industri tekstil yang
serba cetak termasuk industri batik cetak (printing).
Batik tasikan maupun batik garutan
mungkin lebih beruntung, karena masih banyak pewaris tradisi turun
temurun yang bertahan. Sisa-sisa aset kejayaan tradisi di Tasikmalaya
masih berdiri kokoh seperti Gedung Mitra Batik di Jalan Mitra Batik
yang kini sudah menjadi Toserba Yogja. Ada pula TK, SD dan SMK Mitra
Batik maupun ruang VIP Mitra Batik di RSU Tasikmalaya. Koperasi Mitra
Batik adalah bukti bahwa perajin batik di Tasikmalaya pernah berjaya
dan menjadi penggerak ekonomi di kawasan Tatar Sukapura tersebut.
Ciamis sendiri juga pernah menikmati
masa-masa jaya tradisi batik tulis seperti halnya Tasikmalaya. Ketika
ratusan perajin batik di Tasikmalaya mendirikan Koperasi Mitra Batik
pada awal tahun 1939. Para perajin batik di Ciamis juga tak
ketinggalan dengan mendirikan koperasi Rukun Batik yang berbadan
hukum Oprichtings Acte Batik Cooperatie Rukun Batik. H Abdul Majid,
Sasmita, Suganda dan H Tamim, tercatat sebagai pelopor pendirian
Koperasi Rukun Batik ini.
Bersama Koperasi Rukun Batik ini
ratusan perajin batik di Ciamis menikmati masa jayanya di era tahun
1960-an sampai awal 1980-an. Dari sekitar 1.200 perajin batik yang
ada di Ciamis waktu itu sekitar 421 perajin di antaranya menjadi
anggota Koperasi Rukun Batik.
Batik hasil perajin di Ciamis dan
Tasikmalaya dipasarkan tak hanya di tanah air tetapi juga sampai
kenegeri tetangga, semenanjung Malaysia. Batik ciamis pun mampu
bersaing di antara dominasi tradisi batik Solo, Yogja maupun batik
Pekalongan. Bahkan bersama Koperasi Mitra Batik, Koperasi Rukun Batik
merupakan penggagas bedirinya Gabungan Koperasi Batik Indonesia.
http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/4533/menyusur-sisa-kejayaan-batik-ciamisan
2010-01-25 | | |
USAHA yang ulet dengan ditambah sikap
sabar sering menjadi resep sukses banyak orang. Salah satu yang telah
merasakan kemanjuran resep ini adalahsinggihKartono. Ia tanpa henti
berkreasi dan menghasilkan produk berkualitas, pria asal Temanggung,
Jawa Tengah, itu mampu meraih sukses, di dalam negeri maupun luar
negeri. Singgih dikenal sebagai pembuat dan pendesain radio kayu
(wooden radio) yang kualitasnya sudah diakui di banyak negara sejak
hampir sepuluh tahun terakhir. Radio unik buatannya itu sudah
tersebar ke luar negeri.
Mulai dari Jepang, Inggris, Perancis
bahkan sampai ke negara-negara Skandinavia. Jepang, misalnya, tiap
bulan meminta kiriman 50 unit Magno, merek radio kayu buatan Singgih.
Jumlah itu belum seberapa dibanding pasar lain. Permintaan dari
Amerika Serikat dan Kanada jauh lebih besar lagi. "Mereka sampai
meminta 1.000 unit radio," ujarnya. Radio kayu
buatansinggihmemang istimewa, sangat berbeda dengan produk radio
lain.
Satu hal yang menonjol, tampilan luar
(casing) radio itu terbuat dari kayu pinus dan sonokeling. Bentuknya
juga unik. Mungil, mengingatkan pada bentuk radio tua yang cukup
populer pada masa 30 tahun silam. Selain bentuk dan desain yang unik,
bahan baku dari kayu disukai pembeli dari luar negeri lantaran
dianggap lebih ramah lingkungan. Produk handmade ini melejit di
tengah isu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh industri besar.
Saat ini, setiap bulan, di bengkel Piranti Works
miliknya,singgihmemproduksi 300 radio kayu. Ia dibantu 32 karyawan.
"Semuanya berasal dari kampung
saya di Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah," ujarnya. Singgih
tak begitu saja mencapai kesuksesan. Idesinggihmembuat radio kayu
sudah tercetus sejak lulus kuliah pada 1992. Waktu itu dia memang
mendalami konsep radio kayu sebagai proyek tugas akhir di Jurusan
Disain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi
Bandung. Sayang, keinginan membuat radio itu harus mentok di tengah
jalan. "Saya tidak punya dana buat modal produksi dan
pemasaran," ujar Singgih. Alhasil, karena mentok dengan masalah
klasik itu,singgih harus menyimpan rapat-rapat keinginannya itu.
Setelah lulus kuliah,singgihbekerja di Bandung.
"Saya bekerja di perusahaan kayu,"
ujarnya. Sejak kecil, ia memang menyukai produk dengan bahan baku
kayu. Di tempat kerja tersebut, kemampuan dan keahliansinggihjustru
semakin terasah. Tiga tahun bekerja di perusahaan itu,singgihlantas
memutuskan keluar dan membuka usaha sendiri. "Saya pulang
kampung buat mendirikan usaha," ujarnya. Dengan modal
kecil-kecilan, pada 1995, bersama dengan seorang
temannya,singgihmembuat produk kerajinan berbahan kayu. "Saat
itu, pertama kali, saya membuat mainan anak dari kayu," ujarnya.
Tapi, kerjasama ini tak berlangsung lama.
Lantaran alasan perbedaan prinsip,
kongsi itu putus di tengah jalan. Alhasil,singgihharus memulai lagi
usaha pembuatan produk dari kayu dari nol. Dengan menggunakan sebuah
ruang di rumahnya yang berukuran lima meter,singgihmulai kembali
membangun usahanya. Ia mulai membuat produk-produk kayu seperti kaca
pembesar dengan bingkai kayu dalam berbagai ukuran. Ia juga mulai
membuat alat-alat kantor. Di sela pekerjaannya,singgihmasih sempat
iseng-iseng membuat radio dari kayu. "Saya beli radio biasa di
pasar, bungkus plastiknya saya preteli, lantas saya ganti dengan
kayu," ujarnya. Singgih mulai aktif mengikutkan radio kayu
buatannya di beberapa ajang kompetisi disain. Salah satunya adalah
ajang International Design Resource Award di Seattle, Amerika Serikat
pada 1997. Di ajang ini,singgihkeluar sebagai pemenang dan membuat
dunia melek terhadap produk radio kayu buatannya.
http://catatanlamsringo.blogspot.com/
2010-01-23 | |
Total 120 Articles
|
|
 |
| ARTICLE |
 | Arti Hadiah Pemberian Pria [2010-10-05]
Seringkali wanita
bertanya-tanya setelah diberi hadiah oleh pasangannya. Padahal, hadiah yang
diberikan oleh pria sebenarnya berdasarkan pertimbangan yang sangat simpel.
Oleh karena itu mereka kerap menjadi bingung, apa yang salah dengan hadiah yang
diberikannya?
|  | Arti Sebuah Hadiah [2010-09-24]
Hadiah dapat melakukan
apa yang tidak dapat dilakukan ucapan dan permintaan ma’af. Ia mampu
menghilangkan kabut hati, memadam kan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan
melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Ia dapat mendatangkan kecintaan dan
persahabatan setelah sekian lama tercerai-berai.
|  | Tenun Indonesia Go International [2010-04-11]
GUCCI dan Christian Dior berniat untuk
menggunakan tenun Indonesia dalam varian produknya. Sektor industri
tenun di Tanah Air akan kembali terangkat setelah beberapa tahun ini
mengalami penurunan produksi. Bak gayung bersambut, pemerintah pun
langsung menindaklanjuti kerja sama dengan dua label kenamaan dunia
ini. Syaratnya, perlu ada label khusus untuk setiap produk yang
menggunakan tenun Indonesia sehingga nama dan kualitas produk
domestik juga ikut dikenal secara global.
|  | Alami yang Disuka [2010-03-11]
Batik Madura mulai dilihat sebagai
potensi Tanjung Bumi, dan Madura secara umum. Beberapa tahun silam,
di Tanjung Bumi juga pernah didirikan Unit Pelayanan Teknik Batik
(UPT Batik) oleh dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. Sebab
banyaknya pengrajin batik di Tanjung Bumi. Dalam perjalanannya UPT
Batik itu berfungsi sebagai wadah dari hasil karya para perajin.
Sekaligus sebagai mediator antara perajin dan pembeli. Pada saat itu
semua batik hasil para perajin di kecamatan tersebut di kumpulkan di
UPT tadi.
|  | Merajut Waktu Menjalin Makna [2010-03-11]
Kain tenun dan hasil tekstil lainnya
adalah suatu warisan kekayaan peninggalan para leluhur bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir seluruh kelompok etnis
di wilayah Nusantara hingga saat ini masih melakukan pembuatan tenun,
baik secara turun temurun maupun dalam wilayah industri kecil dan
menengah. Hasil-hasil tenun dari Nusantara juga menjadi salah satu
bentuk artefak budaya yang paling menyebar dihampir seluruh museum
dibelahan dunia. Kekaguman pada corak atau motif dan pola-pola yang
rumit namun indah serta halus dan mempunyai kandungan makna budaya
menjadikan para pencinta kain tenun dan peneliti diseluruh dunia
mengakui bahwa estetika kain tenun di Indonesia memang begitu beragam
dan bernilai budaya tinggi.
| | [View All]
|
|
| LINKS |
|
|
| RANDOM GALLERY |

|
|